wisata

Perjalanan Sejarah Imlek di Indonesia, Mulai Dari Era Kolonial, Pelarangan Orde Baru Hingga Pemerintahan Gus Dur

Kamis, 22 Januari 2026 | 17:58 WIB
Barongsai pada perayaan Imlek di Indonesia (kata data)

Keputusan tersebut menjadi tonggak penting dalam sejarah pengakuan keberagaman budaya di Indonesia.

Dua tahun kemudian, pada 2002, Presiden Megawati Soekarnoputri secara resmi menetapkan Imlek sebagai hari libur nasional melalui Keputusan Presiden No. 19 Tahun 2002.

Penetapan ini tidak hanya menegaskan pengakuan negara terhadap budaya Tionghoa, tetapi juga mencerminkan komitmen pemerintah dalam menjunjung tinggi nilai pluralisme, toleransi, dan kebinekaan.

Kini, Imlek dirayakan secara terbuka dan meriah di berbagai daerah di Indonesia. Tradisi ini tidak lagi hanya menjadi simbol identitas budaya komunitas Tionghoa, tetapi juga bagian dari kekayaan budaya nasional yang memperkaya wajah Indonesia.

Perjalanan panjang Imlek—dari penerimaan, pelarangan, hingga pengakuan—menjadi cerminan dinamika sejarah bangsa dalam merawat keberagaman.

Memahami sejarah Imlek di Indonesia memberi kita kesempatan untuk lebih menghargai nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

Imlek bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan simbol ketahanan budaya, persatuan, dan semangat saling menghormati.

Melalui perayaan ini, seluruh masyarakat diajak untuk merayakan perbedaan sebagai kekuatan bersama dalam bingkai Indonesia yang majemuk.***

Halaman:

Tags

Terkini