Salah satu fenomena menarik yang masih lestari hingga kini adalah “ntek betok”, yakni momen ketika ikan betok naik ke perairan dangkal untuk bertelur pada musim hujan.
Peristiwa ini dimanfaatkan masyarakat untuk menangkap ikan secara massal menggunakan jaring atau sorok, sekaligus menjadi tradisi yang mempererat hubungan sosial warga setempat.
Permukaan danau yang dipenuhi eceng gondok dan teratai juga menjadikan Lebo Taliwang sebagai habitat ideal berbagai jenis burung air, seperti belibis dan troak.
Bahkan, pada era 1980-an, kawasan ini pernah menjadi tempat singgah koloni burung pelikan yang bermigrasi dari Australia—sebuah catatan penting dalam sejarah ekologinya.
Daya Tarik Utama Danau Lebo Taliwang
Keindahan alam menjadi daya tarik utama Danau Lebo Taliwang. Hamparan padang rumput luas yang mengelilingi danau, berpadu dengan latar pegunungan hijau, menciptakan panorama yang memanjakan mata.
Bagi pecinta fotografi, kawasan ini menawarkan banyak sudut instagramable dengan suasana alam yang masih alami.
Waktu terbaik untuk berkunjung adalah sore hari, saat matahari perlahan tenggelam di balik perbukitan.
Baca Juga: Jelajah Danau Poso, Terbesar di Sulawesi Tawarkan Vibes Seperti di Pantai
Langit berwarna jingga keemasan memantul di permukaan air danau, menghadirkan suasana tenang sekaligus romantis bagi siapa pun yang menikmatinya.
Pengunjung juga dapat menyaksikan beragam satwa liar seperti bangau, kuntul kebau, bluwok, hingga elang bondol yang terbang bebas di sekitar danau.
Berbagai aktivitas wisata pun bisa dilakukan, mulai dari menyusuri danau dengan perahu sewaan, memancing, hingga berkemah di tepian rawa.
Ke depan, kawasan Danau Lebo Taliwang direncanakan akan dikembangkan lebih optimal.
Pemerintah daerah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, seperti rumah makan atau restoran terapung, serta pengembangan olahraga air seperti kano dan dayung, guna meningkatkan daya tarik wisata Sumbawa Barat.
Akses Mudah dan Infrastruktur Terus Dibangun