wisata

Alasan Mengapa Paris Disebut Kota Cinta: Berawal dari Tempat Prostusi Hingga Jadi Destinasi Bulan Madu Nomor Satu di Dunia

Kamis, 27 November 2025 | 01:11 WIB
ilustrasi pasangan menikmati romansanya di menara Eiffel (go skippy)

Sebagian orang mengatakan arsitektur Paris yang memesona, taman-taman yang indah, dan kuliner yang lezat adalah alasan kota ini mendapat julukan romantis tersebut.

Banyak pula yang percaya bahwa bahasa Prancis adalah bahasa paling romantis di dunia, dengan ungkapan seperti je t’aime (aku mencintaimu) yang digunakan para kekasih di seluruh dunia.

Namun, ada juga kisah yang lebih kelam yang mungkin berperan dalam pemberian julukan itu.

Pada pergantian abad ke-19, Paris menjadi penuh sesak dan kotor, dengan beberapa wilayah kota yang menarik banyak orang karena aktivitas malam hari yang suram.

Di balik itu semua, ada latar belakang sejarah yang membentuk reputasinya.

Pada abad ke-19, Paris tumbuh sangat cepat dan menghadapi tantangan seperti kepadatan penduduk dan kemiskinan.

Beberapa wilayah kota menjadi pusat kehidupan malam, tempat orang mencari “hiburan” dan teman sesaat alias prostitusi.

Reputasi akan pelarian dan kenikmatan ini, ditambah berkembangnya dunia seni, menarik banyak orang dari berbagai penjuru Eropa yang penasaran dengan budaya unik kota ini.

Banyak dari mereka adalah pria lajang yang mendengar tentang “budaya meriah” Paris dan percaya mereka bisa bersenang-senang setelah hari yang melelahkan.

film Indonesia 'Eiffel I'm in Love' yang berlatar kota Paris (Soraya Intercine Films)

Menurut kisah ini, Paris dijuluki Kota Cinta karena mampu memenuhi permintaan tinggi akan “cinta” alias kehidupan seks bebas.

Namun apa pun alasan awalnya, Paris terus membangun reputasinya sebagai kota paling romantis di dunia.

Kini, Paris menjadi destinasi bulan madu populer dan menjadi latar bagi komedi romantis seperti Midnight in Paris dan Amélie.

Bahkan ada film Indonesia yang mengambil latar kota Paris sebagai temanya, yaitu 'Eiffel I'm in Love" yang dibintangi Shandy Aulia dan Samuel Rizal, lagi-lagi sinema ini bertema komedi romantis.

Namun cinta dan romansa bukan satu-satunya hal yang ditawarkan Paris. Kota ini juga dikenal sebagai Kota Cahaya, dengan dua alasan utama.

Halaman:

Tags

Terkini