wisata

Mengenal Jokhang, Bangunan Suci Kebanggaan Masyarakat Buddha Tibet

Senin, 25 Agustus 2025 | 08:11 WIB
Kuil Jokhang tampak dari depan (asia oddsey)

Pada abad ke-18, setelah invasi Gorkha Nepal ke Tibet (1792), Kaisar Qianlong dari Dinasti Qing melarang orang Nepal berziarah ke sini, menjadikan Jokhang sebagai tempat ibadah khusus bagi masyarakat Tibet.

Namun, pada masa Revolusi Kebudayaan, tepatnya tahun 1966, Kuil Jokhang diserang oleh Pengawal Merah, dan kegiatan keagamaan sempat terhenti selama satu dekade.

Renovasi besar dilakukan antara tahun 1972–1980. Pada tahun 2000, Jokhang diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, sebagai perluasan dari Istana Potala yang lebih dulu diakui sejak 1994.

Setelah itu, Pemerintah Tiongkok melakukan penataan ulang kawasan Lhasa, termasuk Lapangan Barkhor di depan kuil, yang sebagian besar dibongkar dan diubah fungsinya.

Jokhang dikenal sebagai “jantung spiritual Lhasa” dan dianggap sebagai kuil paling suci di Tibet. Terletak di pusat jaringan kuno kuil-kuil Buddha, Jokhang juga menjadi poros utama kegiatan ekonomi kota, dengan lorong-lorong dan jalan yang menyebar dari pusatnya.

Letaknya sekitar 1.000 meter (3.300 kaki) di sebelah timur Istana Potala. Di sekitar Lapangan Barkhor terdapat jalur khusus bagi para peziarah untuk mengelilingi kuil (sekitar 20 menit berjalan kaki).

Lapangan ini juga ditandai dengan empat tungku dupa batu (sankang), dua di bagian depan kuil dan dua di bagian belakang.

Jadi kalau kamu bepergian ke Tibet, jangan lupa berkunjung ke Jokhang, bangunan bersejarah kebanggaan masyarakat Tibet.***

Halaman:

Tags

Terkini