Dalam bahasa Italia, kota ini disebut Lubiana, dan dalam bahasa Latin dikenal sebagai Labacum.
Nama dalam bahasa Jerman pertama kali didokumentasikan pada tahun 1144, sementara bentuk dalam bahasa Slovenia muncul dalam catatan pada tahun 1146.
Pada tahun 2007, ahli linguistik Tijmen Pronk—yang dikenal dalam bidang linguistik perbandingan Indo-Eropa dan dialektologi Slovenia dari Universitas Leiden—mengemukakan dukungan kuat terhadap teori bahwa asal-usul nama tersebut kemungkinan berasal dari akar kata Slavia ljub- yang berarti ‘mencintai’ atau ‘menyukai’.
Ia berpendapat bahwa nama sungai tersebut kemungkinan besar berasal dari nama permukiman.
Sementara itu, ahli linguistik Silvo Torkar, yang memiliki keahlian dalam nama-nama dalam bahasa Slovenia, mengajukan teori bahwa nama Ljubljana berakar dari Ljubija, nama asli Sungai Ljubljanica.
Nama ini dapat ditelusuri kembali ke nama pria dalam bahasa Slavia Lama, Ljubovid, yang berarti "yang berpenampilan menawan".
Torkar juga menyatakan bahwa nama Laibach merupakan gabungan unsur bahasa Jerman dan Slovenia, dan memiliki akar yang sama dengan nama pribadi tersebut.
Arsitektur kota ini merupakan perpaduan dari berbagai gaya. Bangunan-bangunan besar muncul di pinggiran kota, sementara pusat bersejarah Ljubljana tetap terjaga.
Beberapa arsitektur tertua berasal dari periode Romawi, sedangkan pusat kota Ljubljana memperoleh bentuknya pada Abad Pertengahan.
Setelah gempa bumi tahun 1511, kota ini dibangun kembali dalam gaya Barok, mengikuti model arsitektur Italia, khususnya Venesia.
Pasca gempa bumi tahun 1895, kota ini kembali dibangun ulang, kali ini dalam gaya Vienna Secession yang berdampingan dengan bangunan-bangunan bergaya Barok sebelumnya.
Kota ini merupakan salah satu destinasi wisata terkenal di Kawasan Eropa Tengah.***