KLIK SAJA - Masjid Al-Hilal atau yang lebih dikenal sebagai Masjid Tua Katangka merupakan salah satu masjid tertua di Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia.
Masjid ini letaknya berada di Kelurahan Katangka, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.
Nama "Katangka" diambil dari nama pohon yang diyakini menjadi bahan baku utama pembangunan masjid ini.
Selain menjadi tempat ibadah, Masjid Katangka juga menyimpan sejarah panjang sebagai saksi bisu perjuangan rakyat Gowa melawan penjajah Belanda.
Sejarah dan Arsitektur Masjid Katangka
Masjid Tua Katangka dibangun dengan bentuk arsitektur yang unik, menyerupai rumah Joglo khas Jawa, berbeda dengan arsitektur tradisional Bugis atau Makassar.
Baca Juga: Masjid Tuo Kayu Jao di Solok, Beratapkan Ijuk dan Arsitektur Masih Sama Semenjak Abad 17
Hal ini menunjukkan adanya pengaruh budaya Jawa yang dibawa oleh para aristokrat dari Pulau Jawa yang pernah menetap di daerah ini.
Sebuah prasasti menyebutkan bahwa masjid ini dibangun pada tahun 1603, meskipun beberapa sejarawan meragukan informasi ini dan berpendapat bahwa masjid ini mungkin dibangun pada awal abad ke-18.
Masjid ini didirikan di atas lahan seluas 150 meter persegi dan memiliki ciri khas yang sarat makna.
Atapnya terdiri dari dua lapis, melambangkan dua kalimat syahadat.
Empat tiang penyangga besar di tengah masjid melambangkan empat sahabat Nabi Muhammad SAW, sementara enam jendela melambangkan rukun iman dan lima pintu melambangkan rukun Islam.
Masjid Katangka sebagai Benteng Pertahanan
Masjid Katangka tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga pernah dijadikan sebagai benteng pertahanan saat rakyat Gowa melawan penjajah Belanda.