KLIK SAJA - Masjid Jami’ Assagaf, demikian namanya, merupakan salah satu masjid bersejarah di Kota Surakarta, Jawa Tengah.
Masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, namun juga simbol dakwah Islam yang dibawa oleh para perantau Hadramaut dari Yaman ke Nusantara, khususnya ke Solo.
Keberadaannya menjadi bukti nyata peran besar komunitas Arab Hadramaut dalam menyebarkan ajaran Islam di tanah Jawa.
Sejarah Berdirinya Masjid Jami’ Assagaf
Masjid Jami’ Assagaf berdiri pada tahun 1344 Hijriyah, atau sekitar tahun 1925 Masehi.
Awalnya, Al Habib Abubakar bin Muhammad Assagaf, seorang ulama terkemuka dari kalangan Hadramaut, menerima sebidang tanah dari Sri Susuhunan Paku Buwono X, penguasa Kasunanan Surakarta kala itu.
Tanah tersebut kemudian diwakafkan untuk pembangunan masjid.
Konon, pemberian tanah ini tidak lepas dari peristiwa yang melibatkan Al Habib Abubakar.
Suatu ketika, salah seorang kerabat Paku Buwono X sedang sakit, atas permintaan sang raja, Al Habib Abubakar didatangkan untuk memberikan pengobatan.
Beliau meminta air dari keraton, didoakan, dan diminumkan kepada kerabat raja tersebut.
Alhamdulillah, atas izin Allah, kerabat itu pun sembuh, sebagai bentuk terima kasih, Paku Buwono X menghadiahkan sebidang tanah kepada Al Habib Abubakar untuk dibangun masjid.
Peletakan batu pertama masjid dilakukan oleh Al Habib Al Qutub Abubakar bin Muhammad Assagaf sendiri.
Setelah pembangunan selesai, beliau mendapat isyarah untuk menamai masjid tersebut dengan nama Masjid Assagaf.