Untuk mencapai lokasinya, pengunjung mesti melewati beberapa anak tangga dan menyusuri perbukitan selama sekitar 10 menit, namun perjuangan itu akan terbayarkan begitu tiba di tepi danau.
Paisu Pok merupakan danau alam seluas sekitar 1,2 hektare (ha) yang memiliki kedalaman antara 5 meter hingga 15 meter.
Perbukitan hijau dengan aneka pohon setinggi kira-kira 20-25 meter seolah ingin menyembunyikan kecantikan danau berair hijau toska tersebut.
Airnya sangat jernih bahkan kita dapat melihat dengan mata telanjang bagian dasar danau yang dipenuhi oleh bermacam batang pohon mati serta aneka ikan sedang berenang bebas.
Dalam bahasa suku Sea-sea yang mendiami wilayah Luk Panenteng, paisu pok memiliki arti danau dengan dasar permukaan berwarna hitam.
Bila cuaca sedang bersahabat, kita dapat menyaksikan permukaan air danau dapat memantulkan kembali siluet perbukitan, gazebo, dan perahu.
Bagaikan seperti kita sedang menyaksikan pantulan wajah di cermin.
Beberapa aktivitas air bisa dilakukan pengunjung di danau unik ini seperti berenang, snorkeling, berperahu keliling danau, atau sekadar duduk-duduk di sejumlah gazebo.
Untuk tiket masuknya sebesar Rp10.000 per orang, danau ini dikelola oleh pemerintah desa setempat dan mereka melengkapinya dengan toilet dan kamar ganti.
Setiap unit gazebo di sini disewakan dengan harga Rp30.000 per unit.
Sedangkan untuk berperahu, kita dapat menyewanya sebesar Rp30.000 tiap perahu, alat snorkeling pun disediakan dengan membayar sewa Rp30.000 per set.
Pengelola juga menyediakan lahan terbuka di tepi danau sebagai lokasi berkemah (camping ground), jika pengunjung hendak berkemah.
Namun, seluruh perlengkapan berkemah harus disiapkan sendiri oleh pengunjung lantaran tidak disediakan oleh pihak pengelola.
Danau Paisu Pok tak hanya dikunjungi oleh masyarakat di sekitar Banggai Kepulauan dan Sulteng saja.
Tetapi juga telah dikenal oleh wisatawan dari sejumlah kota di Indonesia serta mancanegara. Umumnya mereka tertarik dengan wujud permukaan danau yang langka karena mirip seperti cermin.