Penguburan telah menggantikannya, dan makam-makam dicuci dan ditutup dengan kain-kain berwarna.
Sapi jantan disembelih, dan jamuan makan disiapkan untuk perayaan besar.
Jenazah yang digali kemudian dibawa ke kuburan dalam sebuah perayaan, baik dengan bernyanyi atau menari.
Orang-orang tua memberikan berkat, dan pada saat yang sama, para leluhur "diperkenalkan" kepada anggota keluarga baru yang lahir sejak Famadihana terakhir.
Kemudian dilanjutkan dengan pesta meriah yang melambangkan kehidupan, keluarga, dan hubungan masa depan dengan leluhur di komunitas tertentu.
Jenazah dimakamkan kembali keesokan harinya, yang menandakan berakhirnya upacara.
Famadihana adalah contoh yang hidup dan penuh warna dari pelestarian kenangan leluhur di Madagaskar.
Sebuah perayaan kehidupan setelah kematian selama seminggu dengan memberi penghormatan kepada warisan keluarga, menghormati orang tua, dan bersatu kembali dengan orang-orang terkasih yang telah tiada.***