wisata

Mengenal Famadihana, Tradisi Menari Bersama Mayat di Madagaskar

Senin, 6 Januari 2025 | 09:25 WIB
Mayat leluhur sedang dibawa kerumunan sambil menari dalam tradisi Famadihana di Madagaskar (dead and alive project)

KLIK SAJA - Masyarakat Madagaskar sangat setia kepada para pengasuh leluhur mereka, yang mereka yakini mampu menjaga orang-orang yang masih hidup.

Salah satu upaya yang mereka lakukan untuk mewujudkan hal tersebut adalah dengan menyelenggarakan tradisi Famadihana.

Famadihana merupakan sarana penghormatan kepada leluhur dan menjaga kesejahteraan mereka di alam baka, serta menjaga tali silaturahmi antargenerasi.

Festival ini biasanya diadakan setiap tujuh tahun, tetapi jeda waktunya bisa panjang atau pendek, tergantung pada keluarga dan kemampuannya untuk membiayai acara tersebut.

Sekilas festival ini mirip dengan tradisi penghormatan leluhur pada suku Toraja di Sulawesi.

Baca Juga: Wellness Tourism, Mengenal Potensi Wisata Kebugaran di Indonesia

Bisa dikatakan ini adalah tradisi animisme kuno yang masih bertahan di Madagaskar.

Perlu diketahui bahwa penduduk Madagaskar atau suku Malagasi memiliki keterkaitan dengan suku Nusantara, walau terpisah jarak oleh Samudra Hindia.

Famadihana adalah tradisi pemakaman suku Malagasi di Madagaskar.

Famadihana memiliki arti sebagai pembalikan tulang , masyarakat membawa jenazah leluhur mereka dari makam keluarga, membungkus kembali jenazah dengan kain baru, dan menulis ulang nama mereka di kain tersebut agar mereka selalu dikenang.

Hal yang paling menyeramkan, lalu mereka menari mengikuti alunan musik sambil membawa jenazah di atas kepala mereka dan berputar mengelilingi makam sebelum mengembalikan jenazah ke makam keluarga.

Walau demikian, mereka melakukannya dengan suka cita dengan kebahagiaan dan membawa makanan yang banyak.

Mereka percaya akan pentingnya merayakan kehidupan yang dijalani oleh orang yang telah meninggal.

Saat hari Famadihana semakin dekat, semua orang merasa sangat bersemangat. Para kerabat keluarga mulai berkumpul di desa karena desa tersebut merupakan rumah leluhur.

Halaman:

Tags

Terkini