Menelusuri Sejarah Masa Lalu Kesultanan Sumbawa di Istana Tua Dalam Loka

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Selasa, 28 April 2026 | 00:14 WIB
Istana Tua Dalam Loka tampak depan (Indonesia Tourism)
Istana Tua Dalam Loka tampak depan (Indonesia Tourism)

KLIK SAJA – Pulau Sumbawa tidak hanya menyimpan banyak obyek wisata alam menawan, namun juga memiliki lokasi bersejarah yang layak untuk dikunjungi.

Salah satu obyek wisata sejarah di pulau Sumbawa yang bisa telusuri adalah Istana Tua Dalam Loka.

Istana Tua Dalam Loka berdiri sebagai saksi bisu kejayaan Kesultanan Sumbawa pada masanya. Dibangun pada tahun 1885, istana ini diprakarsai oleh Sultan Muhammad Jalaluddin Syah III, sultan ke-16 dari Dinasti Dewa Dalam Bawa.

Keberadaannya tidak hanya mencerminkan kekuasaan, tetapi juga memperlihatkan kearifan budaya dan nilai spiritual masyarakat Sumbawa.

Dengan luas bangunan mencapai 904 meter persegi, Istana Dalam Loka tampil megah dalam bentuk rumah panggung berbahan kayu.

Arsitekturnya sarat makna, sejalan dengan falsafah hidup masyarakat setempat: “adat berenti ko syara, syara berenti ko kitabullah.”

Ungkapan ini menegaskan bahwa adat istiadat dan seluruh sendi kehidupan masyarakat Sumbawa senantiasa berlandaskan ajaran Islam.

Simbol keislaman juga tercermin pada jumlah tiang penyangga bangunan yang mencapai 99 buah—merepresentasikan Asmaul Husna, atau sifat-sifat Allah SWT.

Baca Juga: Mengenal Moda Transportasi Cidomo dari Lombok, Ikon Wisata Bumi Sasak

Detail ini menunjukkan bagaimana nilai religius tidak hanya hidup dalam praktik, tetapi juga terwujud dalam bentuk fisik bangunan.

Bagian utama istana, yang dikenal sebagai bala rea, dibangun menggunakan kayu jati berkualitas tinggi.

Bangunan ini menggantikan kediaman raja sebelumnya yang musnah akibat ledakan bubuk mesiu kerajaan.

Menariknya, konstruksi istana menggunakan sistem baji, sebuah teknik tradisional yang membuat bangunan lebih lentur dan tahan terhadap guncangan gempa.

Arah hadap istana yang menghadap ke selatan pun bukan tanpa makna. Dalam kepercayaan setempat, selatan melambangkan kesejukan, ketenteraman, dan kedamaian.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X