Mewahnya Kain Tenun Sutra Lipa Saqbe Khas Suku Mandar

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Minggu, 29 Maret 2026 | 16:03 WIB
Kain Tenun Lipa Saqbe yang tampak mewah (Pariwisata Indonesia)
Kain Tenun Lipa Saqbe yang tampak mewah (Pariwisata Indonesia)

KLIK SAJA - Lipa saqbe merupakan kain tenun khas Suku Mandar yang berasal dari Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Kain ini biasanya berbentuk sarung dan telah menjadi bagian penting dari budaya Mandar sejak abad ke-16.

Sejarahnya bermula ketika para saudagar dari Arab dan India datang ke Tanah Mandar sambil membawa kain sutra.

Dari interaksi inilah masyarakat setempat mulai mengembangkan tradisi menenun yang kemudian melahirkan lipa saqbe.

Pada masa lalu, lipa saqbe bukan sekadar kain, melainkan simbol status sosial dan ekonomi.

Setiap golongan masyarakat memiliki motif tersendiri yang menunjukkan kedudukan mereka.

Namun, seiring perkembangan zaman, aturan tersebut mulai memudar. Kini, siapa pun bebas mengenakan lipa saqbe dengan motif apa saja tanpa terikat pada strata sosial.

Sekilas, motif lipa saqbe tampak sederhana, didominasi pola kotak-kotak dengan garis vertikal dan horizontal.

Namun justru di situlah makna filosofisnya—pola tersebut melambangkan hubungan antara pemimpin dan rakyat, serta hubungan antarmasyarakat.

Keistimewaan kain ini terletak pada bahan bakunya. Lipa saqbe dibuat dari benang sutra berkualitas tinggi yang dipadukan dengan hiasan benang emas dan perak, sehingga menghasilkan tampilan yang elegan dan mewah.

Hal ini juga didukung oleh Sulawesi Barat sebagai salah satu daerah penghasil benang sutra.

Karena nilai dan keindahannya, lipa saqbe tidak digunakan untuk aktivitas sehari-hari.

Kain ini biasanya dikenakan dalam berbagai acara penting seperti pernikahan, upacara adat, kegiatan keagamaan, hingga perayaan hari raya.

Keindahan lipa saqbe tidak lepas dari proses pembuatannya yang panjang dan masih dilakukan secara tradisional.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X