Makna Tradisi Buru Babi Bagi Para Pria Minangkabau

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Sabtu, 28 Maret 2026 | 14:15 WIB
Para Pria Minang bersiap Buru Babi (info budaya)
Para Pria Minang bersiap Buru Babi (info budaya)

KLIK SAJA - Buru babi merupakan salah satu olahraga tradisional yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat Minangkabau.

Tradisi ini telah diwariskan secara turun-temurun dari nenek moyang dan masih terus dilestarikan hingga saat ini.

Walaupun disebut “buru babi”, aktivitas ini tidak melibatkan manusia secara langsung dalam menangkap buruan.

Peran utama justru dimainkan oleh anjing-anjing pemburu yang dimiliki oleh para peserta. Setiap orang biasanya memiliki satu atau lebih anjing, bahkan tak jarang seseorang menurunkan beberapa ekor sekaligus dalam satu perburuan.

Hal inilah yang membuat anjing menjadi hewan peliharaan yang cukup umum di kalangan masyarakat Minangkabau.

Kegiatan ini biasanya dilakukan di daerah perbukitan di Sumatra Barat. Dalam satu acara, peserta bisa datang dari berbagai nagari, menjadikan buru babi bukan hanya sekadar aktivitas berburu, tetapi juga ajang berkumpul dan bersosialisasi.

Buru babi umumnya dimulai sejak pagi hari. Sebelum perburuan dimulai, terdapat rangkaian pembukaan yang dilakukan secara adat.

Pemimpin kelompok akan memberikan sambutan sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi yang dijalankan.

Setelah itu, para peserta bersama anjing-anjing mereka memasuki area hutan yang telah ditentukan. Anjing-anjing kemudian dilepas untuk melacak keberadaan babi hutan.

Sementara itu, para pemilik akan mengikuti dari belakang sambil memberi aba-aba dan teriakan untuk mengarahkan anjing mereka.

Perburuan berlangsung dinamis dan penuh semangat hingga babi yang menjadi target berhasil ditemukan dan ditangkap oleh anjing-anjing pemburu.

Bagi masyarakat Minangkabau, buru babi bukan hanya sekadar olahraga tradisional. Kegiatan ini memiliki nilai budaya yang kuat dan mengandung makna sosial tersendiri.

Minangkabau dikenal sebagai masyarakat yang menganut sistem matrilineal, di mana garis keturunan dan peran perempuan sangat dominan dalam kehidupan sosial.

Namun, dalam konteks buru babi, peran tersebut tidak berlaku.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X