KLIK SAJA - Bagi para pelintas Jalur Selatan Jawa, nama Kecamatan Ambal di Kabupaten Kebumen tentu sudah tidak asing lagi.
Di kawasan ini terdapat sebuah tradisi yang selalu menyedot perhatian masyarakat setiap tahunnya, yaitu pacuan kuda Ambal.
Tradisi ini bukan sekadar perlombaan biasa, melainkan pesta rakyat yang telah menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat setempat.
Pacuan kuda di Ambal telah berlangsung sejak tahun 1956. Pada awalnya, kegiatan ini digelar sebagai hiburan sederhana sekaligus ajang kompetisi bagi masyarakat lokal.
Namun seiring berjalannya waktu, tradisi ini semakin populer dan berkembang menjadi acara besar yang paling ditunggu saat libur Lebaran tiba.
Menurut data dari Pemerintah Kabupaten Kebumen, pacuan kuda di Ambal telah menjadi kegemaran masyarakat selama puluhan tahun. Jika ditelusuri lebih jauh, akar tradisi ini bahkan dapat ditarik hingga masa kolonial Belanda.
Pada masa itu, kuda-kuda lokal banyak digunakan sebagai sarana transportasi dan alat bantu pekerjaan. Kebiasaan tersebut kemudian berkembang menjadi tradisi balapan kuda yang terus diwariskan hingga sekarang.
Kini, pacuan kuda Ambal tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga bagian penting dari warisan budaya di wilayah Ambal.
Setiap kali libur Lebaran tiba, masyarakat akan memadati arena pacuan yang berlokasi di Lapangan Tegalrejo, Desa Ambalresmi, Kecamatan Ambal.
Selama sekitar empat hari penyelenggaraan, suasana di lapangan ini selalu ramai oleh penonton yang datang dari berbagai daerah.
Babak puncak perlombaan biasanya digelar pada hari Minggu atau akhir pekan di bulan Syawal. Meski lintasannya masih tergolong sederhana dan tidak permanen, antusiasme masyarakat tidak pernah berkurang.
Ribuan orang memadati area lapangan, mulai dari warga lokal hingga para pemudik yang sedang pulang kampung.
Bahkan, tidak jarang ada penonton yang rela memanjat pohon demi mendapatkan sudut pandang terbaik untuk menyaksikan perlombaan.
Meskipun dikenal sebagai pesta rakyat, pacuan kuda Ambal memiliki skala kompetisi yang cukup besar. Kegiatan ini berada di bawah naungan Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI) Cabang Kebumen.