Mengenal Pakat Khas Mandailing, Menu Takjil Ramadan Terbuat dari Rotan Muda

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Sabtu, 7 Februari 2026 | 01:16 WIB
Proses pembuatan Pakat (koropak)
Proses pembuatan Pakat (koropak)

KLIK SAJA - Daerah Mandailing di Sumatra Utara memiliki beragam kuliner tradisional yang khas dan sarat makna budaya.

Salah satu yang cukup unik dan selalu hadir sebagai pilihan menu takjil saat Ramadan adalah pakat, makanan tradisional khas Mandailing Natal yang mungkin terdengar tak biasa bagi sebagian orang.

Keunikan pakat terletak pada bahan dasar pembuatannya. Jika kebanyakan makanan tradisional menggunakan sayuran atau umbi-umbian, pakat justru dibuat dari rotan muda.

Penggunaan rotan sebagai bahan pangan tidak lepas dari kondisi geografis daerah asalnya, di mana rotan muda banyak tumbuh liar di hutan sekitar pemukiman warga.

Melimpahnya rotan muda mendorong masyarakat Mandailing untuk mengolahnya menjadi makanan yang bisa dikonsumsi sehari-hari.

Dari situlah pakat lahir dan kemudian menjadi bagian dari identitas kuliner daerah.

Proses pembuatan pakat terbilang cukup sederhana. Langkah pertama adalah mengumpulkan rotan muda yang masih segar. Rotan tersebut kemudian dipotong dengan ukuran tertentu sebelum dibakar menggunakan arang.

Proses pembakaran biasanya memakan waktu sekitar 30 menit. Saat dibakar, rotan muda akan mengeluarkan getah berwarna putih.

Pakat saat disajikan
Pakat saat disajikan (chanel muslim)

Tanda inilah yang menunjukkan bahwa pakat sudah matang dan siap disajikan. Setelah itu, bagian luar rotan dikupas untuk mengambil bagian dalamnya yang lembut—itulah yang menjadi pakat.

Pakat dapat dikonsumsi langsung atau disajikan bersama pelengkap lain sesuai selera.

Dari segi rasa, pakat dikenal memiliki cita rasa pahit yang cukup kuat. Meski terdengar tidak biasa, justru rasa pahit inilah yang menjadi daya tarik utama pakat.

Banyak penikmatnya meyakini bahwa rasa pahit tersebut dapat meningkatkan selera makan.

Pakat umumnya dikonsumsi bersama nasi dan lauk pauk lainnya. Kombinasi rasa pahit dari pakat dipercaya membuat hidangan lain terasa lebih nikmat dan seimbang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X