4 Fakta Menarik Negara Fiji di Pasifik, Salah Satunya Praktikkan Kanibalisme

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Kamis, 11 Desember 2025 | 16:37 WIB
bendera Union Jack di Pantai Fiji (amazon)
bendera Union Jack di Pantai Fiji (amazon)

KLIK SAJA – Negara kepulauan Fiji telah dihuni selama ratusan tahun oleh penduduk asli Fiji, dan kemudian oleh para pendatang dari bangsa Eropa yang tiba dalam ekspedisi penjelajahan dunia.

Kini, Fiji menjadi perpaduan budaya lama dan baru, sekaligus destinasi wisata populer yang memikat banyak wisatawan.

Berikut empat fakta menarik tentang Fiji yang akan membuatmu semakin penasaran.

  1. Fiji Terdiri dari 332 Pulau

Banyak orang mengira Fiji hanyalah satu pulau, padahal sebenarnya negara ini terdiri dari 332 pulau yang berada di antara Hawaii dan Selandia Baru dan statusnya dibawah persemakmuran Inggris.

Ada empat pulau utama tempat sebagian besar penduduk tinggal: Viti Levu, Vanua Levu, Ono-i-Lau dan Kadavu

Viti Levu adalah pulau terbesar, dengan luas 4.011 mil persegi (10.388,44 km²) dan menjadi lokasi ibu kota, Suva.

Pulau terbesar kedua adalah Vanua Levu, dengan luas 2.157 mil persegi (5.587,1 km²), terletak sekitar 64 km di utara Viti Levu.

Baca Juga: Alasan Mengapa Paris Disebut Kota Cinta: Berawal dari Tempat Prostusi Hingga Jadi Destinasi Bulan Madu Nomor Satu di Dunia

Ono-i-Lau adalah sekelompok pulau yang dikelilingi oleh terumbu karang, dikenal sebagai Kepulauan Lau, dan menjadi kawasan pulau terbesar ketiga di Fiji dengan total luas 450 km².

Pulau terbesar keempat adalah Kadavu, yang memiliki luas 158,68 mil persegi (411 km²).

  1. Kava adalah Minuman Tradisional Fiji

Fiji masih memegang teguh banyak tradisi, dan salah satu yang paling terkenal adalah ritual minum Kava.

Kava—yang berarti “pahit”—adalah akar tanaman yang tumbuh di seluruh kepulauan Pasifik.
Akar ini dianggap sebagai obat herbal karena memiliki efek menenangkan dan anestesi alami.

Akar kava biasanya dikeringkan, kemudian ditumbuk halus sebelum dicampur air.

Minuman ini dikenal sebagai “grog”, dan diyakini memiliki banyak khasiat penyembuhan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X