KLIK SAJA – Bagi warga Surabaya, Kherkof Peneleh atau Makam Peneleh adalah salah satu lokasi paling angker di kota Pahlawan.
Makam khusus orang Belanda di jaman kolonial menyimpan banyak kisah mistis yang menyelimutinya.
Salah satu yang sering menjadi perbincangan ‘keangkeran’ makam Peneleh adalah keberadaan Omah Balung di dalam kompleks pemakaman.
Di kompleks pemakaman Peneleh, Surabaya, berdiri sebuah bangunan tua yang selalu mengundang rasa penasaran: Omah Balung.
Meski tampak menyeramkan karena tak terawat, justru banyak wisatawan datang untuk berfoto di depannya.
Sekilas, Omah Balung terlihat seperti bangunan kolonial Belanda biasa. Empat pilar kokoh berdiri di bagian depan, menopang atap segitiga khas arsitektur Eropa.
Namun, keberadaan sebuah batu nisan tepat di depan pintu masuk membuat siapa pun bertanya-tanya tentang fungsi asli bangunan ini.
Baca Juga: Salah Kaprah Kemenyan, Tidak Selalu Identik Berbau Mistis
Rasa penasaran itu terjawab ketika memasuki bagian dalamnya: dua lubang besar di lantai tengah ternyata menjadi kunci sejarah Omah Balung.
Jejak Sejarah
Sesuai namanya, Omah Balung atau “rumah tulang” dahulu digunakan untuk menyimpan tulang-belulang jenazah orang Belanda.
Biasanya, mereka yang dimakamkan di sini adalah jenazah tanpa identitas.
Makam Peneleh sendiri berdiri sejak 1847, setelah pemakaman di kawasan Krembangan penuh.
Kompleks ini kemudian menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi sekitar 30.000 warga Eropa di Surabaya hingga tahun 1950-an.