KLIK SAJA – Di negara Swiss terdapat tradisi unik bernuansa mistis dan selalu semarak dilakukan oleh para warganya, utamanya di desa Splugen.
Tradisi yang dimaksud adalah ‘Pschuuri’, sebuah kebiasaan masyarakat setempat menghitamkan wajahnya saat perayaan Rabu Abu tiap tahunnya.
“Pschuuri”, yang berarti “menghitamkan” dalam dialek lokal, merupakan bagian penting dari tradisi karnaval di desa Splügen, wilayah Rheinwald, Swiss timur.
Festival ini diadakan setiap Rabu Abu dan menyajikan perpaduan antara kegembiraan anak-anak dan suasana mistis yang dihadirkan oleh para pemuda desa.
Pagi Hari: Kegembiraan Anak-anak
Hari dimulai dengan suasana ceria. Anak-anak sekolah dasar berdandan mengenakan kostum semarak, wajah yang dihitamkan atau dihiasi beragam warna kemudian berjalan dari rumah ke rumah secara berkelompok.
Mereka membawa keranjang kecil yang digantungkan di leher, sambil meneriakkan syair khas:
“Pschuuri, Pschuuri Mittwuchä, äs Eischi oder äs Meitschi!”
Yang berarti mereka meminta hadiah berupa telur atau permen. Sebagai imbalannya, mereka membacakan syair-syair lucu dan penuh semangat kepada tuan rumah.
Sore Hari: Teror Hitam dari “Pschuurirolli”
Menjelang sore, suasana menjadi jauh berbeda. Sekelompok pemuda lajang yang disebut “Pschuurirolli” mulai berkeliaran di jalanan desa.
Mereka mengenakan pakaian lusuh, dibalut bulu binatang, serta mengenakan topeng dan lonceng besar di pinggang. Lonceng-lonceng itu berbunyi nyaring, menandakan kedatangan mereka.
Mereka membawa karung berisi campuran berminyak yang mengerikan—terbuat dari batu bara dan lemak—dengan tujuan “menghitamkan” wajah anak-anak, gadis-gadis, dan perempuan lajang yang mereka temui.
Para “korban” biasanya bersembunyi, tetapi jika tertangkap, wajah mereka akan dicat hitam menggunakan campuran rahasia tersebut.