Candi Mendut, Peninggalan Peradaban Buddha Abad 9 yang Eksotik

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Senin, 21 April 2025 | 14:46 WIB
Pesona Candi Mendut yang eksotis (Rental Mobil Jogja)
Pesona Candi Mendut yang eksotis (Rental Mobil Jogja)

KLIK SAJA - Jika Anda melakukan perjalanan dari pusat Kota Yogyakarta menuju Magelang untuk mengunjungi Candi Borobudur.

Maka ketika di tengah perjalanan Anda akan menemukan sebuah bangunan candi yang tampak berbeda—lebih kecil, namun menyimpan pesona sejarah yang luar biasa.

Inilah Candi Mendut, salah satu peninggalan bercorak Buddha dari abad ke-9 yang eksotik dan sarat makna spiritual.

Candi Mendut diperkirakan dibangun pada masa pemerintahan Raja Indra dari Dinasti Sailendra, berdasarkan informasi dari Prasasti Karangtengah yang berangka tahun 824 Masehi.

Nama "Mendut" sendiri diyakini berasal dari istilah venu vana mandira, yang berarti "kuil di tengah hutan bambu".

Meskipun begitu, beberapa ahli sejarah berpendapat bahwa nama tersebut lebih cocok untuk Candi Ngawen yang lokasinya tak jauh dari Mendut.

Salah satu daya tarik utama Candi Mendut terletak pada bentuk bangunannya yang menyerupai kubus, dengan bagian atas yang sudah tidak utuh akibat runtuhnya sebagian struktur.

Meski demikian, keagungan arsitekturnya masih dapat dirasakan hingga kini.

Candi ini menghadap ke arah barat dan dihiasi relief-relief penuh filosofi yang menceritakan kisah Buddha serta tokoh-tokoh penting lainnya.

Di bagian utara terdapat relief Dewi Tara, di timur ada Awalokiteswara, dan di selatan terdapat kisah Manjusri.

Relief ini menggambarkan ajaran-ajaran moral dan spiritual yang penting dalam tradisi Buddha Mahayana.

Di dinding tangga, Anda bisa menemukan relief cerita Jataka, atau dalam tradisi Jawa dikenal sebagai cerita Tantri.

Kisah ini menampilkan makhluk-makhluk khayangan seperti burung berkepala dua dan para bidadari, sebagai sarana pengajaran nilai-nilai kehidupan.

Sementara itu, di ruang utama candi berdiri megah patung Buddha Cakyamuni dalam sikap tangan Dharmacakraprawartana Mudra, simbol dari ajaran roda dharma yang berputar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X