KLIK SAJA - Candi Plaosan, yang terletak di Dukuh Plaosan, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, merupakan salah satu peninggalan bersejarah yang mencerminkan harmoni antara dua agama besar di Indonesia, Hindu dan Buddha.
Letaknya sekitar 1,5 kilometer ke arah timur dari Candi Prambanan, candi ini sering disebut sebagai "candi kembar" karena kompleks ini terdiri dari dua bagian utama, yaitu Plaosan Lor dan Plaosan Kidul, yang dipisahkan oleh jalan raya dan lahan persawahan.
Candi ini menjadi bukti nyata dari kerukunan antar agama pada masa Kerajaan Mataram Kuno, sekitar abad ke-8 hingga ke-10 Masehi.
Candi Plaosan dibangun pada tahun 842 M oleh Rakai Pikatan sebagai hadiah pernikahan untuk Pramudyawardhani.
Rakai Pikatan yang beragama Hindu membangun candi ini sebagai bentuk bukti cintanya kepada sang istri yang beragama Buddha.
Walaupun perbedaan agama antara keduanya sempat menjadi hambatan dalam mendapatkan restu keluarga, namun pernikahan mereka akhirnya diterima, berkat simbol cinta dan toleransi yang tercermin dalam pembangunan Candi Plaosan.
Baca Juga: Serunya Mengeksplor Kebun Raya Indrokilo Boyolali, Yuk Main Kesana!
Pada masa pemerintahan Rakai Pikatan dan Maharatu Pramodhawardhani (840-856 M), mereka bersama-sama memimpin Kerajaan Mataram Kuno dan berhasil membangun sejumlah candi monumental, termasuk Candi Plaosan.
Candi ini tidak hanya menunjukkan kemegahan arsitektur, tetapi juga mencerminkan toleransi antar agama yang tinggi.
Candi Plaosan memiliki desain yang menggabungkan elemen-elemen dari dua tradisi besar, yaitu Hindu dan Buddha, yang terlihat pada struktur dan relief-relief yang menghiasi bangunan.
Arsitektur Candi Plaosan sangat dipengaruhi oleh Candi Borobudur dan Candi Prambanan, dua candi besar yang juga merupakan warisan dari Kerajaan Mataram Kuno.
Candi Plaosan Lor dan Plaosan Kidul masing-masing memiliki struktur dan desain yang unik. Candi Plaosan Lor memiliki pintu masuk di sisi barat dan sebuah halaman di bagian tengah yang dilengkapi dengan pendopo dan tiga altar di setiap sisinya.
Sementara itu, Candi Plaosan Kidul juga memiliki halaman tengah yang dikelilingi oleh delapan candi kecil yang terbagi menjadi dua tingkat.
Setiap tingkat memiliki empat candi, menciptakan tampilan yang megah dan penuh simbolisme.