Mengenal Pakaian Tradisional Tura, Pesona Kearifan Lokal Hungaria

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Kamis, 23 Januari 2025 | 08:05 WIB
Seorang wanita Hungaria kenakan pakaian Tura yang semarak (Hungarian Living)
Seorang wanita Hungaria kenakan pakaian Tura yang semarak (Hungarian Living)

KLIK SAJA - Di daerah sekitar ibu kota Hungaria, terdapat beberapa desa yang masih menggunakan kostum tradisional pada abad pertengahan  ke-20.

Salah satu desa tersebut adalah Tura, yang berjarak 50 km dari ibukota Budapest.

Kostum tradisional tersebut tetap bertahan hingga kini disebabkan oleh aktivitas pasar wanita setempat, di mana pakaian petani berfungsi sebagai lambang kualitas untuk hasil bumi mereka.

Dikarenakan pemakaiannya ini masih terjaga disana, maka kostum unik ini disebut pakaian tradisional “Tura”.

Baca Juga: Mengenal Pertunjukan Caci, Perpaduan Keberanian, Ketangkasan dan Sastra Manggarai

Kostum atau pakaian tradisional wanita Tura juga terkait dengan kostum petani di sekitar Budapest yang berkembang pesat karena termasuk jenis rok berlapis, yang memberikan tampilan yang mewah.

Mode ini sebenarnya juga populer di Indonesia, dimana jika di negeri kita, disebut “Tunik”.

Ciri khasnya yang paling khas adalah kerudungnya yang unik, kemudian penggunaan selendang kepala dan bahu bersulam putih yang sangat indah.

Wanita Hungaria sedang menari saat kenakan pakaian Tura
Wanita Hungaria sedang menari saat kenakan pakaian Tura (Hungarian Living)

Meskipun mode tersebut diadopsi melalui desa Boldog di dekatnya, pola lokal segera disesuaikan dengan selera mereka sendiri dan menjadi bagian utama seni rakyat dalam pakaian pesta mereka.

Walau demikian, jenis pakaian ini tetap dikenal dengan nama “Tura”.

Pakaian ini juga sering dipakai saat acara  keagamaan Katolik Roma disesuaikan dengan liturgi gereja.

Kostum kepala dan bahu putih yang ditampilkan di sini dikenakan secara eksklusif ke gereja pada hari Natal, Paskah, dan Pentakosta, pada hari Minggu Karnaval, dan pada hari Minggu pertama setiap bulan.

Busananya dapat divariasikan dengan mengenakan selendang sutra berwarna dengan jilbab putih yang dijahit atau selendang putih yang dijahit dengan jilbab sutra berwarna.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Tags

Rekomendasi

Terkini

X