KLIK SAJA – Peristiwa alam Matahari terbit pada titik balik musim dingin disambut oleh ribuan orang di Stonehenge.
Situs kuno pra sejarah ini membuka Lapangan Monumennya pada pukul 07:45 sehingga orang banyak dapat menyaksikan matahari terbit di atas batu-batu ikonik tersebut di hari Jum’at (20/12).
Meskipun cuaca pagi di Wiltshire tampak berangin, warga Inggris antusias mengikuti pesona daya tarik spiritual daerah tersebut untuk menandai titik balik matahari musim dingin, yang merupakan hari terpendek dalam setahun.
Baca Juga: 5 Tempat Terbaik di Eropa Saksikan Pertunjukan ‘Cahaya’ Aurora Borealis
Mulai hari tersebut, malam hari akan perlahan mulai mundur lagi dan siang hari akan berangsur-angsur menjadi lebih panjang.
Wilayah Eropa termasuk garis balik kutub Utara, yang dimana semakin ke Utara maka peristiwa titik balik edar Matahari semakin terasa, sebagai contoh negara Norwegia bisa mengalami siang hari hanya selama 1 jam.
Matahari terbit di Stonehenge sekitar pukul 08:09 pagi disambut sorak-sorai dan tepuk tangan.
Diperkirakan akan terbenam pada pukul 16:02, yang berarti akan ada kurang dari delapan jam siang hari.
Warga setempat memaknai peristiwa alam tersebut tentang pembaruan, kelahiran kembali, dan memasuki memasuki tahun baru.
Batu-batu besar tersebut, diperkirakan ditempatkan di sana sekitar tahun 2.500 SM, diletakkan sejajar dengan pergerakan Matahari selama dua titik balik matahari, yang menandai pergantian musim.
Masih misteri siapakah yang membangun monumen menhir monumental tersebut, tapi yang pasti formasi batu-batu besar tersebut ditempatkan persis mengikuti garis edar Matahari.
Baca Juga: 5 Lokasi di Dunia yang Miliki Curah Hujan Paling Tinggi, Adakah Bogor?
Biasanya, akses untuk kerumunan besar orang dilarang memasuki tempat peninggalan pra sejarah tersebut, tetapi pihak English Heritage membuka situs tersebut untuk perayaan titik balik matahari musim panas dan musim dingin.