Mengenal Pohon Masoi Asal Fakfak, Mampu Hasilkan Minyak Atsiri Kualitas Dunia

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Senin, 8 Juni 2026 | 20:04 WIB
Warga Fakfak lokal sedang mengupas kayu Pohon Masoi untuk diekstrak menjadi minyak Atsiri (forest insight)
Warga Fakfak lokal sedang mengupas kayu Pohon Masoi untuk diekstrak menjadi minyak Atsiri (forest insight)

Praktik ini berlangsung selama puluhan tahun dan turut berkontribusi terhadap menurunnya populasi masoi di alam.

Eksploitasi masoi sebenarnya telah berlangsung sejak dekade 1980-an, ketika Papua menjadi salah satu pemasok utama minyak masoi Indonesia.

Bahkan catatan sejarah menunjukkan bahwa pada abad ke-17, sekitar 200 pohon masoi harus ditebang untuk memenuhi satu muatan kapal dagang.

Tingginya tingkat ekstraksi selama berabad-abad membuat populasi masoi terus tertekan dan kini semakin langka.

Baca Juga: Mengenal Bunga Kurulu dari Papua, Tahan Lama dan Berwarna-warni

Padahal, masoi memiliki prospek ekonomi yang sangat menjanjikan. Di pasar domestik, minyak masoi dapat dijual sekitar Rp121.000 untuk kemasan 10 mililiter.

Nilainya jauh lebih tinggi di pasar internasional. Untuk ukuran yang sama, harga minyak masoi dapat mencapai Rp657.000. Jika ditambah biaya pengiriman, total nilainya bahkan bisa menembus Rp1,3 juta.

Selama ini, minyak masoi diekspor ke berbagai negara seperti Eropa, Amerika Serikat, Jepang, India, dan China.

Di negara-negara tersebut, minyak masoi dimanfaatkan sebagai bahan baku industri kosmetik, parfum, serta produk farmasi.

Besarnya permintaan pasar global menunjukkan bahwa masoi bukan hanya kekayaan hayati Papua, tetapi juga komoditas bernilai tinggi yang perlu dijaga keberlanjutannya.

Karena itu, upaya pelestarian dan pengembangan budidaya masoi menjadi sangat penting. Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, Masoi berpotensi menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan bagi masyarakat Papua sekaligus menjaga keberadaan salah satu kekayaan alam khas Indonesia.***

Jika artikel ini bermanfaat bagi anda, silahkan para pembaca kliksaja.id dapat mengapreasiasi kami dengan meng-klik fitur Traktir Kopi yang ada di bawah artikel ini.

Kontribusi anda sangat berarti bagi portal web kami agar berkembang menjadi media jurnalistik independen serta menjaga pemberitaan yang akurat, kredibel dan berkelanjutan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X