Mengenal Pohon Masoi Asal Fakfak, Mampu Hasilkan Minyak Atsiri Kualitas Dunia

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Senin, 8 Juni 2026 | 20:04 WIB
Warga Fakfak lokal sedang mengupas kayu Pohon Masoi untuk diekstrak menjadi minyak Atsiri (forest insight)
Warga Fakfak lokal sedang mengupas kayu Pohon Masoi untuk diekstrak menjadi minyak Atsiri (forest insight)

KLIK SAJA - Pohon masoi dikenal sebagai tanaman endemik Papua yang memiliki kulit kayu dengan aroma khas dan bernilai ekonomi tinggi.

Kulit kayu tersebut umumnya diolah menjadi minyak atsiri yang banyak dimanfaatkan dalam industri kosmetik, parfum, hingga obat-obatan.

Namun ironisnya, di daerah asalnya, yakni Fakfak, Papua Barat, potensi masoi belum dimanfaatkan secara optimal.

Padahal minyak atsiri olahan kayu Masoi memiliki kualitas yang sangat baik dan bernilai tinggi di pasar dunia.

Masyarakat setempat umumnya memanen kulit masoi saat pohon belum berbunga atau berbuah.

Pada fase ini, kulit kayu lebih mudah dilepaskan dari batang sehingga proses pengupasan menjadi lebih sederhana.

Meski demikian, jumlah warga yang masih menanam bibit dan mengolah kulit masoi terus berkurang.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan budidaya dan pengolahan masoi kurang diminati.

Salah satunya adalah kepercayaan turun-temurun yang menyebutkan bahwa mengupas kulit masoi pada musim yang tidak tepat dapat menyebabkan tangan melepuh.

Selain itu, budidaya masoi membutuhkan kesabaran yang panjang. Sejak penanaman bibit hingga pohon dapat dipanen secara produktif, diperlukan waktu sekitar 15 hingga 20 tahun.

Tantangan lainnya datang dari perubahan pola pemanfaatan lahan. Sebagian besar wilayah di Fakfak kini didominasi oleh perkebunan pala yang lebih cepat menghasilkan keuntungan.

Akibatnya, pohon masoi semakin sulit ditemukan. Untuk menemukan satu pohon masoi saja, seseorang terkadang harus menyusuri hutan hingga lebih dari satu kilometer di antara hamparan pohon pala.

Tradisi pengambilan kulit kayu masoi sendiri telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Papua.

Demi mempermudah proses pengupasan, para petani biasanya menebang pohon terlebih dahulu sebelum mengambil kulitnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X