KLIK SAJA - Kekayaan arsitektur Nusantara sungguhlah beragam, mulai dari bermodel rumah panggung hingga penuh ukiran bernilai mutu tinggi adalah salah satu ciri utamanya.
Salah satu rumah adat Nusantara yang jarang kita kenal adalah rumah adat Baileo, milik suku Huaulu penduduk asli Pulau Seram, Ambon.
Baileo memiliki arti penting dalam eksistensi suku Huaulu.
Karena bukan saja karena Baileo berfungsi sebagai tempat berkumpulnya warga untuk membahas berbagai masalah, tapi juga sebagai tempat mereka membicarakan strategi perang pada masa lampau.
Baca Juga: Mengenal 4 Alat Musik Tradisional Khas Kalimantan, Lambang Keindahan Langgam Borneo
Secara geografis suku asli Huaulu menempati bagian utara wilayah Pulau Seram, pemukiman mereka berada tepat di kaki gunung Binaiya.
Suku ini memiliki kekerabatan dengan suku Naulu yang menempati wilayah selatan Pulau Seram.
Sejak masa lampau, rumah adat mereka yang disebut Baileo menjadi salah satu hal yang paling menonjol dari kehidupan di pemukiman Huaulu.
Bahkan, untuk mendirikan sebuah rumah Baileo, Suku Huaulu biasa mengadakan upacara dengan berbagai ritual di dalamnya.
Konon, dalam ritual ini sebuah bangunan Baileo harus menggunakan tengkorak manusia, memang lumayan menyeramkan.
Baca Juga: Kenali 4 Kapal Tradisional Asli Indonesia, Warisan Nenek Moyang Sang Pelaut
Tengkorak yang digunakan merupakan musuh-musuh suku Huaulu yang telah mati sebagai pondasi utama dari tiang-tiang di seluruh bangunan.
Namun, kini hal tersebut tak lagi dilakukan, pondasi tengkorak diganti dengan batok kelapa.
Baileo merupakan rumah adat utama yang menjadi tempat berkumpulnya seluruh warga desa.