KLIK SAJA - Konon katanya, personel grup band rock asal Amerika Serikat, Red Hot Chilli Peppers pernah mendatangi pedalaman Kalimantan untuk mempelajari seni musik khas suku Dayak pada era 90-an.
Alat-alat musik tradisional khas Kalimantan sangatlah komplet, Mulai dari alat musik yang dipukul, dipetik, digesek, hingga ditiup semua ada di Pulau Kalimantan.
Secara ‘sound’ yang dihasilkan, musik tradisional Kalimantan mencerminkan kebudayaan proto-melayu Austronesia yang mengalun indah.
Baca Juga: Baru Tahu! Ternyata Ada Banteng di Kalimantan, Tersembunyi Dalam Rimba Borneo
Musik langgam khas Borneo cenderung mengalun lembut psychadelic, berbeda dengan ritme musik asal Sumatra yang lebih rancak.
Berikut 4 alat musik khas Kalimantan yang harus kamu ketahui, karena keindahan suara yang dihasilkan.
Bisa dikatakan, Sape merupakan alat musik tradisional khas Kalimantan yang cukup terkenal, dan sudah diakui oleh banyak artis musik luar negeri.
Dalam bahasa Dayak, Sape memiliki “memetik dengan jari”, sesuai dengan cara memainkan alat musik ini, yakni dipetik.
Sape mempunyai panjang sekitar satu meter, dan terbuat dari kayu pilihan, seperti kayu aro, kayu marong, maupun kayu pelantan.
Uniknya, Sape hanya memiliki dua senar, sehingga hanya mampu memainkan empat tangga nada.
Umumnya Sape dimainkan sebagai musik pengiring tarian dalam upacara adat Suku Dayak.
Sound yang dihasilkan Sape, sangat lembut dan terkesan psychadelic bisa membawa pendengarnya serasa di alam lain.