Mengenal Rumah Adat Baileo, Pondasinya Gunakan Tengkorak Manusia

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Kamis, 9 Januari 2025 | 18:50 WIB
Rumah Adat Baileo di Seram, Maluku (kumparan)
Rumah Adat Baileo di Seram, Maluku (kumparan)

Pada masa lalu, Baileo juga biasa dijadikan sebagai rumah Raja atau Kepala Desa dan juga tempat beribadah.

Warga suku Baileo biasa mengadakan pertemuan terkait kehidupan mereka atau bahkan pembicaraan mengenai strategi perang melawan musuh-musuh mereka.

Namun pada kehidupan modern saat ini, fungsi dan keberadaan Baileo lebih dimanfaatkan seperti fungsi Balai Desa.

Secara umum, Baileo memakai konsep rumah panggung.

Baileo memiliki banyak tiang penyangga yang biasanya diberi hiasan berukir.

Baileo juga merupakan rumah istimewa dibandingkan rumah lainnya.

Untuk masuk ke dalam rumah, kita diwajibkan menaiki sebuah tangga berukuran sekitar 1,5 meter.

Sekilas ruang utama Baileo ini cukup besar dan terbuka tanpa adanya penyekat jendela atau pintu.

Disisi kanan dan kirinya terdapat tempat duduk yang sangat panjang.

Tempat duduk ini mengelilingi  terdapat di sekeliling bagian dalam bangunan dan dapat dipergunakan untuk berbagai hal seperti duduk, rapat, bahkan makan besar secara bersama-sama.

Di salah satu sudut Baileo, terdapat satu ruangan yang biasa dijadikan ruangan privasi berupa kamar tidur.

Uniknya, kamar tidur ini tidak sekadar difungsikan sebagai tempat istirahat layaknya rumah modern.

Suku Huaulu juga menggunakan ruangan ini untuk memasak dan kegiatan rumah tangga lainnya.

Secara umum, rumah Suku Huaulu hanya terdiri dari dua bagian.

Satu bagian yang terbuka dan bersifat sosial dan bagian lainnya lebih tertutup untuk segala macam kegiatan bersifat privasi untuk keluarga.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: indonesia.go.id, maluku.jadesta.com

Tags

Rekomendasi

Terkini

X