Keren! UNS Surakarta dan Universitas Canberra Mau Buat Bus Listrik Pakai Pembangkit Tenaga Sampah

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Senin, 25 November 2024 | 08:30 WIB
UNS dam Universitas Canberra menandatangani MoU Pembuatan Bus Listrik (Kemendikbud)
UNS dam Universitas Canberra menandatangani MoU Pembuatan Bus Listrik (Kemendikbud)

KLIK SAJA - Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Universitas Canberra (UC) telah bersepakat bekerja sama dalam penelitian sistem pengelolaan bus listrik.  

Rencana kerja sama penelitan berjudul “Decarbonisation Pathways for Indonesia`s Buses Infrastructure (DIBI) using Routing Energy Estimation on Tool, Renewable Energy and Ecosystem Modelling” tersebut dituangkan dalam bentuk dokumen Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani oleh kedua belah pihak di kampus UC pada Senin (18/11).

Baca Juga: Budaya Anti Utang di Jerman yang Patut dicontoh Rakyat Indonesia

Naskah MoU ditandatangani Janine Deakin, selaku professor sekaligus dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UC

Sementara perwakilan dari UNS yaitu Wahyudi Sutopo selaku professor sekaligus dekan Fakultas Teknik (FT) UNS.

Penandatanganan MoU disaksikan oleh Duta Besar (Dubes) RI untuk Australia, Siswo Pramono dan Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Canberra, Mukhamad Najib.

Sementara dari Australia hadir Claire Scott selaku Director of the Indonesia Trade and Economic Section, Department of Foreign Affairs and Trade dan Alison Drury, Manager, Trade and International Branch, Department of Industry, Science and Resources.

Kerja sama yang akan dikerjakan melingkupi tiga tahapan, yaitu; penelitian sistem pengelolaan bus listrik yang ramah lingkungan, uji coba pelaksanaan sistem, dan pelatihan untuk peningkatan kapasitas operator dalam sistem pengelolaan bis listrik.

Proyek ini nantinya akan diujicobakan pada aplikasi dua koridor angkutan umum di kota Surakarta di mana sistem pengelolaan bis listrik akan beroperasi.

Uniknya, Kelayakan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah sebagai sumber energi listrik yang akan digunakan untuk sistem pengelolaan bus listrik nantinya juga akan diteliti.

Pada sambutannya Dubes RI berujar bahwa kerjasama ini sangat strategis dan tepat waktu.

Saat ini, menurut Dubes Siswo, telah lahir kesadaran bersama untuk sebisa mungkn meninggalkan bahan bakar fosil untuk menjaga keberlanjutan lingkungan.

Kendaran listrik dapat menjadi alternatif terbaik yang ramah lingkungan saat ini.

Maka dari itu, tambah Siswo, kerjasama penelitian antara UNS dan UC yang berfokus pada sistem pengelolaan bis listrik sangat strategis.

Baca Juga: Tips Menjaga Daya Ingat Memori Agar Selalu Tetap Tajam

Dekan FT UNS, Wahyudi Sutopo, berujar jika penandatanganan MoU ini  menegaskan sebuah komitmen untuk bekerja sama, berinovasi, dan menciptakan nilai yang melampaui kemampuan individu masing-masing.

Perjanjian kerja sama antara UC dan UNS, tambah Wahyudi, dibangun atas dasar saling menghormati dan berbagi visi diantara kedua institusi pendidikan ini.

UC dan UNS memiliki keyakinan bahwa dengan menggabungkan kekuatan akan dapat mencapai suatu kontribusi yang luar biasa.

Menurut Atdikbud Mukhamad Najib, pemerintah RI dan Australia memiliki perhatian yang sama dalam isu transisi energi dan pembangunan berkelanjutan. Kerjasama penelitian mengenai bus listrik yang dilakukan UC dan UNS sangat sejalan dengan upaya bersama dalam mengurangi emisi karbon di kedua negara.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Kemendikbud

Tags

Rekomendasi

Terkini

X