Namun, Gelsinger tetap optimis bahwa Intel dapat menemukan celah untuk bersaing di sektor AI yang berkembang pesat.
Strategi yang sedang dikembangkan oleh Intel bertujuan untuk mengukuhkan posisi mereka di pasar chip AI, yang saat ini didominasi oleh pesaing lainnya.
Gelsinger juga menekankan pentingnya inovasi dan pengembangan teknologi baru sebagai kunci untuk masa depan perusahaan.
Meskipun ada tantangan dalam produksi dan pengembangan produk baru, dia tetap berkomitmen untuk memperluas kapasitas pabrik Intel.
Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya fokus pada pemulihan jangka pendek tetapi juga pada pertumbuhan jangka panjang.
Dengan dukungan dari tim ahli dan investasi yang tepat, Gelsinger percaya bahwa Intel dapat kembali menjadi pemain utama di industri semikonduktor.***
Artikel Terkait
Apa Itu Cognitive Science? Keahlian Wamen Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Prof Stella Christie
Microsoft Luncurkan Pembaruan Copilot Studio untuk Karyawan AI
Viral di Medsos Istilah Jam Koma, Apa Itu?
Wamen Stella Christie : Di Masa Depan Manusia Akan Bersaing Dengan AI, Bagaimana Menyikapinya?
Waduh! iPhone 16 Belum Bisa Diperjualbelikan di Indonesia, Kok Bisa?