KLIK SAJA - Pat Gelsinger, CEO Intel Corporation, telah menghadapi berbagai tantangan sejak mengambil alih kepemimpinan perusahaan pada tahun 2021.
Salah satu tantangan terbesar adalah menghidupkan kembali posisi Intel di pasar global yang semakin kompetitif.
Dalam beberapa tahun terakhir, Intel mengalami penurunan pangsa pasar, terutama dalam segmen chip untuk kecerdasan buatan (AI).
Gelsinger berusaha untuk memulihkan reputasi dan kinerja perusahaan dengan melakukan berbagai inisiatif strategis.
Baca Juga: Rekomendasi Kota di Jawa Tengah untuk Liburan Akhir Tahun yang Ramah Anak
Salah satu isu yang mencuat adalah hubungan antara Intel dan Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC), pemasok utama chip untuk produksi AI.
Hubungan ini menjadi tegang ketika Gelsinger memberikan komentar negatif mengenai ketergantungan pada manufaktur di Taiwan.
Ia menyebutkan adanya “ketidakstabilan teknologi” yang dapat muncul akibat ketergantungan tersebut.
Komentar ini tidak hanya menimbulkan ketegangan antara kedua perusahaan tetapi juga memicu kekhawatiran di kalangan investor dan mitra bisnis.
Baca Juga: Akhirnya Ruben Amorim Sah Juga, Head Coach Baru Manchester United Nih!
Gelsinger menyadari bahwa untuk mengembalikan kepercayaan pasar, ia perlu memperbaiki hubungan dengan TSMC.
Hal ini penting karena TSMC merupakan salah satu pabrikan chip terkemuka di dunia dan memiliki peran krusial dalam rantai pasokan global.
Selain itu, Gelsinger juga harus menghadapi persaingan dari perusahaan-perusahaan lain seperti AMD dan NVIDIA yang terus berinovasi dan memperluas pangsa pasar mereka.
Dalam upayanya untuk mengatasi masalah ini, Gelsinger telah meluncurkan beberapa inisiatif baru.
Artikel Terkait
Apa Itu Cognitive Science? Keahlian Wamen Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Prof Stella Christie
Microsoft Luncurkan Pembaruan Copilot Studio untuk Karyawan AI
Viral di Medsos Istilah Jam Koma, Apa Itu?
Wamen Stella Christie : Di Masa Depan Manusia Akan Bersaing Dengan AI, Bagaimana Menyikapinya?
Waduh! iPhone 16 Belum Bisa Diperjualbelikan di Indonesia, Kok Bisa?