Data tersebut kemudian diikuti kanker getah bening (limfoma) dan kanker otak, masing-masing dengan sekitar 640 kasus (5,7 persen).
Direktur Utama RS Kanker Dharmais menekankan komitmennya dalam meningkatkan layanan kanker anak melalui peningkatan fasilitas dan kolaborasi lintas sektor.
Ia menuturkan bahwa pembangunan gedung baru RS Kanker Dharmais yang berlangsung selama dua tahun ini menghadapi berbagai tantangan, namun kini telah siap digunakan untuk meningkatkan kualitas layanan bagi pasien kanker anak.
RS Kanker Dharmais juga terus semakin memperkuat kolaborasi dengan berbagai rumah sakit dan organisasi dalam upaya meningkatkan akses layanan kanker anak di seluruh Indonesia.
Disamping itu, RS Kanker Dharmais juga menggandeng organisasi profesi, yayasan kanker, dan komunitas peduli kanker anak untuk mendukung berbagai inisiatif, seperti pendampingan pasien dan keluarganya, serta penggalangan dana untuk obat-obatan yang sulit diakses.
Maka dengan peluncuran RAN Kanker Anak 2025-2029, serta penguatan fasilitas dan kolaborasi, RS Kanker Dharmais semakin siap dalam menghadapi tantangan kanker anak di Indonesia.***