Menkes Luncurkan RAN Kanker Anak 2025-2029, Upaya Tingkatkan Kesembuhan Pasien Di Bawah Umur

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Minggu, 23 Februari 2025 | 10:40 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin saat bersama para pasien Kanker Anak di RS Kanker Dharmais  (Kemenkes)
Menkes Budi Gunadi Sadikin saat bersama para pasien Kanker Anak di RS Kanker Dharmais (Kemenkes)

KLIK SAJA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) secara resmi meluncurkan Rencana Aksi Nasional (RAN) Kanker Anak 2025-2029 sebagai bagian dari Rencana Kanker Nasional 2024-2034, bertepatan dengan Hari Kanker Anak Sedunia (International Childhood Cancer Day) yang jatuh pada 15 Februari 2025.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin saat peluncuran tersebut pada Kamis (20/2/2025) di RS Kanker Dharmais menekankan komitmen pemerintah dalam meningkatkan layanan kanker anak di Indonesia.

Ia juga menegaskan bahwa penanganan kanker anak harus dilakukan dengan pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan, melibatkan tenaga medis, komunitas, serta dukungan finansial yang lebih luas.

Baca Juga: Kondisi Paus Fransiskus Semakin Kritis, Diduga Alami Pneumonia Asma Akut

RS Kanker Dharmais sebagai pusat kanker nasional diharapkan menjadi model dalam inovasi layanan kanker, termasuk dalam upaya mendekatkan akses pengobatan ke seluruh daerah di Indonesia.

Ia menghargai peran komunitas dan keluarga dalam mendukung anak-anak yang berjuang melawan kanker.

Dikarenakan dalam menghadapi kanker bukan hanya soal pengobatan medis, tetapi juga dukungan psikososial yang kuat.

Pada pasien kanker anak, Menkes Budi menjelaskan mereka membutuhkan dukungan dari komunitasnya.

Dimana harus ada ruang bagi keluarga dan komunitas untuk terlibat, berbagi pengalaman, dan memberikan dukungan moral kepada pasien serta keluarga mereka.

Sebagai bagian dari upaya ini, Menkes Budi berupaya mendorong penyediaan fasilitas yang lebih ramah komunitas, termasuk ruang interaksi yang dapat dimanfaatkan oleh keluarga pasien dan komunitas pendukung.

Pada peluncuran RAN Kanker Anak 2025-2029, pemerintah berupaya berkomitmen untuk meningkatkan angka kesembuhan kanker anak di Indonesia, dari saat ini sekitar 24 persen menjadi lebih dari 50 persen.

Langkah ini tak lain merupakan strategi komprehensif dalam pengendalian kanker pada anak di Indonesia, sekaligus wujud nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan akses layanan kesehatan bagi anak-anak penderita kanker.

Sementara itu, kasus kanker anak juga kini menjadi perhatian utama.

Pada 2020, terdapat sekitar 11.156 kasus baru kanker pada anak usia 0-19 tahun. Leukemia menjadi jenis kanker paling banyak diderita anak-anak dengan 3.880 kasus (34,8 persen).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: InfoPublik

Tags

Rekomendasi

Terkini

X