Area ini dirancang untuk mendukung kegiatan edukatif, mulai dari pelajar hingga komunitas umum.
Tersedia ruang kelas multifungsi dan area bebas yang dapat dikurasi untuk berbagai program diskusi dan workshop.
Peran ini menjadikan Di-Space sebagai public learning platform, bukan sekadar museum pameran.
Literasi teknologi menjadi fokus utama untuk mempercepat pemahaman masyarakat tentang NEV.
Baca Juga: Cara Warga Desa Cilacap Menyambut Ramadhan 2026 dengan Sederhana
Pendekatan edukasi lintas generasi memperkuat peran Di-Space dalam membangun budaya mobilitas berkelanjutan.
Museum ini membuka akses pengetahuan teknologi secara inklusif.
Ruang Hidup Inovasi, Seni, dan Pengalaman Visual Masa Depan
Melengkapi fungsi edukasinya, BYD Di-Space juga menghadirkan plaza dan aula multifungsi untuk berbagai kegiatan publik.
Area ini digunakan untuk pameran seni, kompetisi teknologi, hingga aktivitas komunitas.
Salah satu daya tarik utama adalah Naked-Eye 3D folding corner seluas 260 meter persegi yang menampilkan visualisasi evolusi NEV secara imersif.
Ruang ini menggabungkan teknologi, seni visual, dan storytelling masa depan mobilitas.
Baca Juga: Potret Persiapan Ramadhan 2026 di Desa-Desa Kebumen
Di-Space juga menyediakan area showroom yang menampilkan berbagai model kendaraan BYD Group.
Pengunjung dapat langsung menghubungkan pemahaman teknologi dengan produk nyata.
Artikel Terkait
Menjelang Ramadhan 2026, Begini Cara Warga Kampung di Purwokerto Bersiap
Jelang Ramadhan 2026 di Magelang, Tradisi Sunyi Warga Kampung yang Penuh Makna
Bukan Perayaan Besar, Ini Tradisi Warga Kampung di Pekalongan Jelang Ramadhan 2026
Info Warga Sumbar! Jadwal Kapal KM Sabuk Nusantara 68 Periode 21 – 31 Januari 2026 Rute Teluk Bayur – Sikakap – Sioban – Tua Pejat – Siberut
Makin Bertambah Pelapor Dugaan Penipuan Investasi Akademi Crypto Timothy Ronald