Pada musim 2005–2006, ia kembali ke Rusia, negara asalnya, dan terus berkiprah di berbagai klub hoki es di sana selama bertahun-tahun.
Pengalaman bermain di dua benua menjadikannya sosok berpengalaman yang matang secara teknik, taktik, dan mental bertanding.
Kini, pengalaman tersebut ia dedikasikan untuk membela dan membangun hoki es Indonesia.
Walau Evgenii Nurislamov sudah berusia di atas 40 tahun, kemampuannya tak bisa diragukan dan selalu menjadi andalan bagi timnas Hoki Es Indonesia.
Ketua Federasi Hoki Es Indonesia, Ronald Situmeang, menegaskan bahwa usia tersebut masih tergolong usia produktif dalam cabang olahraga hoki es, yang sangat mengandalkan pengalaman, kecerdasan bermain, dan kepemimpinan di atas es.
Bukan Sekadar Prestasi, Tapi Pembangunan Jangka Panjang
Bagi Nurislamov, naturalisasi bukan hanya soal mengejar medali. Ia menaruh keyakinan besar bahwa kehadirannya bersama tiga rekannya dapat memberi dampak jangka panjang bagi perkembangan hoki es di Indonesia.
Ia mengungkapkan bahwa proses naturalisasi sebenarnya telah dibicarakan sejak tiga tahun lalu. Sejak awal, tujuannya tidak semata-mata bermain di level internasional.
“Kesempatan menjadi warga negara Indonesia sudah dibicarakan sejak tiga tahun lalu. Tujuannya bukan hanya untuk bermain, tetapi membantu mengembangkan hoki dan memperkenalkan olahraga ini kepada anak-anak lokal,” ujar Nurislamov.
Menurutnya, keberadaan pemain berpengalaman harus diiringi dengan pembangunan sistem pembinaan berkelanjutan, agar Indonesia mampu bersaing di tingkat Asia Tenggara, bahkan Asia.
Optimisme terhadap Masa Depan Hoki Es Indonesia
Saat ini, liga hoki es Indonesia masih tergolong kecil dengan jumlah klub yang terbatas. Meski demikian, Nurislamov sangat optimistis terhadap masa depan olahraga ini di Tanah Air.
Baginya, hoki es memiliki daya tarik besar, baik sebagai olahraga yang dimainkan maupun ditonton.
“Saya 100 persen optimistis hoki akan berkembang besar di Indonesia. Hoki adalah olahraga yang seru, fisikal, dan menarik ditonton. Semua negara yang memulai hoki pasti berkembang, tidak pernah mundur,” tegasnya.
Dengan pengalaman puluhan tahun di dunia hoki, Nurislamov mengaku mampu melihat potensi pemain sejak usia dini. Ia menilai Indonesia memiliki banyak bakat terpendam yang dapat berkembang menjadi pemain profesional jika dibina dengan arah yang tepat.