Fulham sempat tampil impresif pada pertengahan September dengan torehan tiga kemenangan beruntun di semua kompetisi.
Namun, performa itu langsung menurun setelah mereka menelan tiga kekalahan beruntun di Premier League melawan Aston Villa, Bournemouth, dan Arsenal.
The Cottagers terakhir kali mengalami rentetan kekalahan lebih panjang pada Maret–April 2023 (empat laga).
Akhir pekan lalu, mereka kalah tipis 0-1 di kandang dari Arsenal, hanya mampu mencatat satu tembakan tepat sasaran, dan pelatih Marco Silva mendesak anak asuhnya untuk tampil lebih “kejam, agresif, dan mengambil keputusan yang tepat” jika ingin membalikkan keadaan.
Sejauh musim ini, hanya dua tim promosi — Burnley dan Sunderland (masing-masing 21) — yang mencatat lebih sedikit tembakan tepat sasaran daripada Fulham (23).
Rata-rata 2,9 tembakan tepat sasaran per pertandingan merupakan catatan terendah mereka sepanjang sejarah di kasta tertinggi.
Masalah lain bagi Fulham adalah lini belakang. Mereka hanya sekali mencatat clean sheet dalam 17 laga Premier League terakhir (kemenangan 1-0 atas Leeds United bulan lalu).
Fulham juga selalu kebobolan dalam 10 pertemuan terakhir melawan Newcastle.
Meski begitu, setelah melewati delapan laga tanpa kemenangan atas Newcastle antara 2018 dan 2024 (dua imbang, enam kalah), Fulham berhasil menyapu bersih kemenangan dalam dua pertemuan musim lalu.
Kini mereka berpeluang mencatat tiga kemenangan beruntun atas The Magpies untuk pertama kalinya sejak Maret 2017.
Kabar Tim
Newcastle United masih harus bermain tanpa Tino Livramento dan Yoane Wissa yang mengalami cedera lutut, sementara Lewis Hall bermasalah dengan hamstring.
Joelinton sudah pulih dari cedera ringan dan tampil sebagai pemain pengganti saat melawan Benfica, sehingga kemungkinan besar ia akan kembali menjadi starter di lini tengah bersama Bruno Guimaraes dan Sandro Tonali.
Di lini belakang, Fabian Schar berpeluang menggantikan salah satu dari Malick Thiaw atau Sven Botman, sedangkan Harvey Barnes, yang mencetak dua gol di tengah pekan, berharap mendapat tempat di lini depan.
Namun, ia harus bersaing dengan Anthony Elanga dan Jacob Murphy untuk posisi sayap kanan. Nick Woltemade hampir pasti menjadi ujung tombak, setelah mencetak empat gol dari lima laga Premier League untuk Newcastle.