KLIK SAJA - Carlo Ancelotti akan memimpin pertandingan pertamanya sebagai pelatih tim nasional Brasil saat Selecao bertandang ke Guayaquil untuk menghadapi Ekuador pada Kamis malam waktu setempat.
Mantan pelatih Real Madrid ini datang menggantikan Dorival Junior, yang dipecat setelah kekalahan telak 1-4 dari Argentina dalam jendela kualifikasi bulan Maret lalu.
Meski begitu, Brasil kini cukup aman di enam besar klasemen sehingga tak ada kekhawatiran besar soal kemungkinan gagal lolos ke putaran final.
Namun, Ancelotti tidak punya banyak waktu untuk beradaptasi. Ia harus segera membawa Brasil kembali menang dan bermain atraktif setelah kampanye kualifikasi yang sejauh ini kurang meyakinkan.
Meskipun unggul enam poin atas Venezuela di zona aman, Brasil sejatinya terancam gagal lolos untuk pertama kalinya dalam sejarah jika bukan karena format baru Piala Dunia yang diperluas.
Ancaman itu semakin terasa karena kini mereka harus menghadapi tim peringkat kedua di kandangnya sendiri.
Bahkan jika Brasil memenangkan dua laga kandang terakhir mereka melawan Paraguay dan Chile, posisi mereka di klasemen mungkin tak banyak berubah.
Kekalahan menyakitkan dari rival abadi Argentina pada Maret lalu memang menjadi akhir dari era Dorival Junior, namun sang mantan pelatih telah meninggalkan Ancelotti dalam posisi yang relatif aman.
Sempat diragukan bisa finis di enam besar, Brasil mengumpulkan 11 poin dari 15 yang mungkin didapat sebelum bertandang ke Buenos Aires, yang praktis memastikan tiket ke Piala Dunia musim panas mendatang.
Kini, Ancelotti punya ruang untuk menerapkan ide-idenya dengan tekanan hasil yang lebih ringan.
Dorival sebelumnya juga berhasil mengalahkan Ekuador dalam pertemuan pertama, lewat gol tunggal Rodrygo dalam kemenangan 1-0 pada bulan September lalu.
Ekuador sendiri belum pernah menang atas Brasil sejak tahun 2004—telah menjalani 13 pertandingan tanpa kemenangan.
Namun, pasukan Sebastian Beccacece tampil luar biasa dalam kualifikasi kali ini.
Meski mengawali dengan pengurangan tiga poin, La Tricolor kini duduk di peringkat kedua di bawah Argentina, setelah mengumpulkan 26 poin dari 14 pertandingan.