Kemenangan tersebut bahkan menjadikan Jepang sebagai negara Asia pertama yang meraih trofi bergengsi itu.
Pada Olimpiade 2012 di London, Mochizuki lagi-lagi kembali membawa Timnas Putri Jepang tampil impresif.
Walau gagal di final melawan Kanada dengan skor 1-2, pencapaian tersebut tetap menjadi catatan emas dalam kariernya.
Mochizuki selalu dikenang sebagai salah satu pelatih terbaik dalam sejarah sepak bola wanita Jepang.
Keberhasilannya mencetak sejarah di level dunia menjadikannya sosok yang disegani pada sepakbola wanita Internasional
Pada awal 2024, Mochizuki resmi ditunjuk sebagai pelatih Timnas Putri Indonesia.
Penunjukan ini menjadi awal dari transformasi besar dalam permainan skuad Garuda Pertiwi yang dilakukan Ketum PSSI, Erick Thohir.
Debutnya bersama Timnas Putri Indonesia pun berlangsung gemilang.
Pada 28 Mei 2024, Timnas Putri Indonesia menang 5-1 atas Singapura dalam laga persahabatan yang memperlihatkan gaya bermain atraktif dan menarik
Mochizuki dikenal sebagai pelatih yang disiplin dan berorientasi pada detail strategi permainan.
Hal tersebut bisa terlihat bagaimana timnas wanita Jepang yang berpostur kecil dapat dengan lincahnya melakukan passing mengalahkan timnas Amerika Serikat yang berpostur lebih tinggi, saat final piala dunia Wanita 2011.
Keberhasilan membawa Timnas Putri Indonesia menjadi juara Piala AFF Putri 2024 menegaskan kualitasnya sebagai pelatih.
Tentunya capaian ini adalah langkah awal bagi Indonesia untuk bersaing lebih jauh di tingkat regional.
Dengan rekam jejak panjang dan segudang prestasi, Satoru Mochizuki menjadi aset berharga bagi sepak bola wanita Indonesia. Arigato.***