KLIK SAJA - Torino asuhan Marco Baroni berusaha menghindari tiga kekalahan beruntun di Serie A saat bermain di Stadio Olimpico Grande Torino.
Mereka juga ingin mempertahankan rekor panjang ketika menjamu Cremonese dalam laga pekan ke-15 pada Sabtu malam.
Jika menilai dari pertandingan kasta tertinggi saja, Torino tidak pernah kalah dari Cremonese di Turin sejak Mei 1930.
Namun, tim tamu besutan Davide Nicola berharap bisa memanfaatkan penurunan performa Torino dan mengakhiri penantian 95 tahun untuk meraih kemenangan tandang melawan Il Toro.
Kekalahan pada hari Senin menjadi pukulan telak bagi Baroni dan Torino. Mereka mengalami dua kekalahan kandang beruntun di Serie A dan tiga kekalahan liga berturut-turut.
Padahal, Torino sempat unggul dua gol dalam 17 menit pertama—gol kedua dicetak Duvan Zapata yang mengakhiri puasa gol 429 hari di Serie A. Namun, Il Toro kemudian kebobolan tiga gol dan kalah.
Gol jarak jauh Adrien Rabiot dari luar kotak penalti memang sulit dicegah, tetapi dua gol Christian Pulisic akibat kelengahan pertahanan Torino sulit dimaafkan.
Kekalahan tersebut—yang merupakan kekalahan kedua Torino dari Milan di Turin dalam 12 musim—membuat mereka kini menjalani enam pertandingan tanpa kemenangan dan terperosok ke peringkat 16, mulai was-was dengan ancaman degradasi.
Pesaing terdekat di bawahnya, Pisa, hanya tertinggal empat poin, sementara Hellas Verona (peringkat 19) juga mulai bangkit setelah meraih kemenangan perdana musim ini. Torino harus segera tampil lebih baik agar tak menutup tahun 2025 di zona merah.
Baca Juga: Prediksi Real Sociedad Vs Girona, Kedua Tim Wajib Menang Demi Jauhi Zona Degradasi La Liga
Cremonese datang dengan kepercayaan diri tinggi, mengetahui bahwa tuan rumah kebobolan total delapan gol dalam dua laga kandang terakhir—dihajar Como 5-1 dan ditaklukkan Milan 3-2.
Jika meraih hasil positif lagi, Cremonese akan mencatat tiga kemenangan beruntun, setelah menumbangkan Bologna (3-1) dan Lecce (2-0).
Ini menjadi kedua kalinya mereka mencatat dua kemenangan beruntun musim ini, setelah menaklukkan AC Milan dan Sassuolo pada Agustus.
Tak hanya itu, Cremonese juga menang dalam dua dari tiga laga tandang terakhir—melawan Genoa dan Bologna. Dengan total 20 poin dan bertengger di posisi kesembilan, mereka hanya terpaut empat poin dari Como (peringkat enam) dan lima poin dari Bologna (peringkat lima).