KLIK SAJA - Arsenal berpeluang naik ke puncak klasemen Premier League, setidaknya untuk beberapa jam pada Sabtu waktu setempat, jika mereka berhasil mengatasi perlawanan West Ham United di Emirates Stadium dalam laga derby London.
Skuad Mikel Arteta hanya berjarak dua poin dari Liverpool yang sedang goyah, sementara West Ham memulai era Nuno Espirito Santo dengan hasil imbang yang cukup berharga.
Laga tandang ke St James’ Park kerap menjadi momok bagi Arsenal. Namun, akhir pekan lalu mereka mampu membalikkan keadaan.
Setelah penalti Viktor Gyokeres dibatalkan dan Nick Woltemade membuka skor untuk Newcastle, The Magpies hampir saja meraih kemenangan keempat beruntun atas Arsenal di kandang.
Namun, berkat kejeniusan set-piece Nicolas Jover, Arsenal sukses melakukan comeback dramatis 2-1 lewat sundulan Gabriel Magalhaes di menit ke-96.
Kemenangan ini sangat penting, bukan hanya untuk mematahkan kutukan Newcastle, tetapi juga untuk memanfaatkan kekalahan Liverpool dari Crystal Palace.
Kini, kemenangan atas West Ham akan membawa Arsenal ke puncak klasemen sebelum Liverpool bertanding melawan Chelsea.
Tambahan tiga poin juga akan memperpanjang tren positif The Gunners yang sudah meraih lima kemenangan dari enam laga terakhir di semua ajang, termasuk kemenangan 2-0 atas Olympiacos di Liga Champions tengah pekan.
Baca Juga: Prediksi Chelsea Vs Liverpool, Laga Sulit The Reds Saat Bertandang ke Stamford Bridge
Rekor kandang Arsenal juga cukup meyakinkan: hanya kalah empat kali dari 42 laga Premier League terakhir di Emirates.
Namun, dua dari kekalahan itu datang dari West Ham dalam dua lawatan terakhir – keduanya tanpa kebobolan.
West Ham tercatat sebagai tim tamu pertama yang pernah menang di Emirates (2007), dan generasi saat ini meneruskan tradisi dengan dua kemenangan tandang beruntun di markas Arsenal.
Hanya Manchester City yang pernah mengalahkan Arsenal tiga kali beruntun di Emirates (2018–2023).
Meski begitu, peluang West Ham kali ini tidak terlalu besar. Sebelum Nuno ditunjuk, mereka menelan lima kekalahan dari enam laga terakhir di semua kompetisi, yang membuat Graham Potter didepak.