Sampai pemeriksaan selesai, informasi mengenai benda tersebut sebaiknya tetap disebut sebagai benda diduga peluru, bukan langsung dinyatakan sebagai peluru yang berasal dari dapur MBG.
Guru Sebelumnya Pernah Menyoroti Kualitas Menu
Kasus ini juga kembali mengingatkan pada keluhan sebelumnya yang disampaikan Kepala Sekolah SDN 4 Sindangsari, Ida Yulia Mega.
Sebelumnya, Ida pernah mengunggah video yang memperlihatkan menu MBG dengan kondisi makanan yang menurutnya tidak layak dikonsumsi.
Dalam video tersebut, ia menyoroti sejumlah komponen makanan, termasuk tempe dan buah anggur yang disebut sudah mengalami kerusakan.
Keluhan tersebut bahkan pernah menjadi perhatian di media sosial pada Januari 2026.
Ida dalam unggahannya saat itu mempertanyakan kualitas makanan yang diterima para siswa dan meminta pihak pengelola MBG memberikan perhatian terhadap kondisi menu sebelum dibagikan kepada anak-anak.
Asal Benda Masih Menjadi Pertanyaan
Pada kasus terbaru, persoalan utamanya bukan hanya mengenai benda yang ditemukan di dalam makanan, tetapi juga bagaimana benda tersebut bisa berada di sana.
Pihak KPPG Lampung masih berusaha mencari jawabannya.
Selama proses pemeriksaan belum selesai, belum ada kesimpulan final mengenai sumber benda tersebut maupun tahapan mana yang menyebabkan benda itu ditemukan di dalam potongan daging.
Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak terburu-buru menarik kesimpulan hanya berdasarkan potongan video yang beredar.
SPPG Sindangsari telah disuspend sementara, dan sejauh ini pemeriksaan untuk mengetahui asal benda masih berlangsung.***