nasional

Karhutla Biak Numfor Papua Belum Mereda, Sekolah Libur dan 32 Personel SAR Disiapkan untuk Penanganan Kebakaran

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:35 WIB
Karhutla Biak Numfor Papua Belum Mereda, Sekolah Libur dan 32 Personel SAR Disiapkan untuk Penanganan Kebakaran (Warga keluhkan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Biak Numfor, Papua. (TikTok/sickmundfreud))

Kepala Kantor SAR Biak, Kundori, menyebut sebanyak 32 personel disiapkan untuk mendukung operasi penanganan.

“Sebanyak 32 personel SAR disiapkan untuk mendukung penanganan karhutla, ada personel yang bertugas secara mobile dan ada yang standby on call,” ujar Kepala Kantor SAR Biak, Kundori kepada awak media pada Selasa, 25 Agustus 2026.

Pengerahan personel tersebut menjadi bagian dari upaya menghadapi kondisi kebakaran yang masih berlangsung di sejumlah titik.

Personel tidak seluruhnya berada di satu lokasi karena sebagian bertugas secara mobile.

Sementara personel lainnya disiapkan dalam posisi standby on call untuk merespons kebutuhan penanganan.

Personel SAR Dibagi Menjadi Dua Tim

Dalam pelaksanaan tugasnya, 32 personel SAR tersebut akan dibagi menjadi dua tim.

Baca Juga: Cek Markicek! Jadwal Kapal KM Lambelu Periode 1 - 7 September 2026 Rute Makassar - Parepare - Balikpapan - Tarakan - Nunukan

Pembagian ini memungkinkan personel melakukan penanganan secara lebih terkoordinasi sesuai kebutuhan di lapangan.

Sebagian personel dapat bergerak secara mobile untuk mendukung penanganan di lokasi yang membutuhkan bantuan.

Sementara tim lainnya berada dalam posisi siaga dan dapat dikerahkan ketika diperlukan.

Strategi tersebut dilakukan agar sumber daya personel tetap tersedia selama situasi karhutla berlangsung.

Koordinasi antara SAR, aparat, pemerintah daerah, dan unsur penanganan lainnya menjadi penting untuk menghadapi kondisi kebakaran yang dapat berubah dengan cepat.

Kondisi Kabut Asap Masih Dipantau

Situasi kabut asap di Biak Numfor masih menjadi perhatian karena dapat memengaruhi aktivitas masyarakat dan pendidikan.

Pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juga akan memantau kondisi selama sekitar satu minggu sebelum menentukan kelanjutan kegiatan belajar mengajar.

Jika kondisi membaik, aktivitas sekolah dapat kembali dilakukan dengan mempertimbangkan keamanan warga sekolah.

Halaman:

Tags

Terkini