Karhutla Biak Numfor Papua Belum Mereda, Sekolah Libur dan 32 Personel SAR Disiapkan untuk Penanganan Kebakaran

photo author
- Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:35 WIB
Karhutla Biak Numfor Papua Belum Mereda, Sekolah Libur dan 32 Personel SAR Disiapkan untuk Penanganan Kebakaran (Warga keluhkan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Biak Numfor, Papua. (TikTok/sickmundfreud))
Karhutla Biak Numfor Papua Belum Mereda, Sekolah Libur dan 32 Personel SAR Disiapkan untuk Penanganan Kebakaran (Warga keluhkan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Biak Numfor, Papua. (TikTok/sickmundfreud))

Sejumlah titik api juga terlihat masih menyala di sekitar vegetasi yang berada di pinggir jalan.

Perbandingan tersebut menggambarkan perubahan kondisi lingkungan yang cukup kontras dalam beberapa bulan.

Namun, video dan unggahan media sosial tersebut tetap perlu dipandang sebagai informasi dari warga dan bukan pengganti data resmi mengenai luasan karhutla.

Sekolah di Biak Numfor Diliburkan Sementara

Dampak kabut asap juga mulai dirasakan sektor pendidikan di Kabupaten Biak Numfor.

Baca Juga: Cek Dulu! Naik Bus AKAP dari Agen Bukan Terminal Apakah Aman? Ini Hal yang Harus Diperhatikan Penumpang Sebelum Berangkat

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Biak Numfor memberikan arahan agar sekolah meliburkan kegiatan belajar sementara mulai Senin, 24 Agustus 2026.

Kebijakan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah.

Situasi akan terus dipantau selama sekitar satu minggu untuk menentukan apakah kegiatan belajar mengajar dapat kembali dilakukan secara normal.

Jika kabut asap belum mereda, pembelajaran daring menjadi salah satu opsi yang dapat diterapkan.

Kebijakan tersebut menunjukkan bahwa dampak karhutla tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga mulai memengaruhi aktivitas pendidikan masyarakat.

Warga yang Tinggal Dekat Hutan Ikut Menghadapi Dampak Asap

Kondisi karhutla menjadi perhatian lebih karena terdapat masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan.

Dalam unggahannya, pemilik akun TikTok @sickmundfreud menyoroti kondisi warga yang rumahnya berada dekat atau dikelilingi kawasan hutan.

“Buat orang yang tinggal di sini, ini bukan sekadar kebakaran hutan. Rumah mereka literally berada di dalam dan dikelilingi hutan,” tulisnya.

“Ketika hutan terbakar, mereka juga yang harus menghirup asapnya dan menghadapi dampaknya,” lanjutnya.

Pernyataan tersebut menggambarkan kekhawatiran warga terhadap dampak langsung kebakaran dan kabut asap terhadap kehidupan sehari-hari.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X