Sejumlah titik api juga terlihat masih menyala di sekitar vegetasi yang berada di pinggir jalan.
Perbandingan tersebut menggambarkan perubahan kondisi lingkungan yang cukup kontras dalam beberapa bulan.
Namun, video dan unggahan media sosial tersebut tetap perlu dipandang sebagai informasi dari warga dan bukan pengganti data resmi mengenai luasan karhutla.
Sekolah di Biak Numfor Diliburkan Sementara
Dampak kabut asap juga mulai dirasakan sektor pendidikan di Kabupaten Biak Numfor.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Biak Numfor memberikan arahan agar sekolah meliburkan kegiatan belajar sementara mulai Senin, 24 Agustus 2026.
Kebijakan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah.
Situasi akan terus dipantau selama sekitar satu minggu untuk menentukan apakah kegiatan belajar mengajar dapat kembali dilakukan secara normal.
Jika kabut asap belum mereda, pembelajaran daring menjadi salah satu opsi yang dapat diterapkan.
Kebijakan tersebut menunjukkan bahwa dampak karhutla tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga mulai memengaruhi aktivitas pendidikan masyarakat.
Warga yang Tinggal Dekat Hutan Ikut Menghadapi Dampak Asap
Kondisi karhutla menjadi perhatian lebih karena terdapat masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan.
Dalam unggahannya, pemilik akun TikTok @sickmundfreud menyoroti kondisi warga yang rumahnya berada dekat atau dikelilingi kawasan hutan.
“Buat orang yang tinggal di sini, ini bukan sekadar kebakaran hutan. Rumah mereka literally berada di dalam dan dikelilingi hutan,” tulisnya.
“Ketika hutan terbakar, mereka juga yang harus menghirup asapnya dan menghadapi dampaknya,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut menggambarkan kekhawatiran warga terhadap dampak langsung kebakaran dan kabut asap terhadap kehidupan sehari-hari.