KLIK SAJA - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Biak Numfor, Papua, mulai mengganggu aktivitas masyarakat.
Kondisi tersebut terlihat dari sejumlah unggahan warga yang memperlihatkan asap tebal dengan jarak pandang yang disebut masih sangat rendah.
Situasi ini juga mulai berdampak pada kegiatan pendidikan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Biak Numfor mengarahkan sekolah untuk meliburkan kegiatan belajar sementara mulai Senin, 24 Agustus 2026.
Di tengah kondisi tersebut, penanganan karhutla terus dilakukan. Sebanyak 32 personel SAR Biak disiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di sejumlah titik.
Kabut Asap Mulai Mengganggu Aktivitas Warga Biak Numfor
Kebakaran hutan dan lahan di Biak Numfor membuat sejumlah wilayah mulai diselimuti kabut asap.
Kondisi tersebut salah satunya terlihat dalam unggahan akun TikTok @sickmundfreud pada Senin, 24 Agustus 2026.
Dalam unggahan tersebut, pemilik akun memperlihatkan kondisi asap yang disebut cukup tebal di beberapa titik Biak.
“Pagi ini gue bangun dan langsung dapat banyak update teman-teman di Biak-Papua dan di beberapa titik, asap masih tebal dengan visibility masih sangat rendah,” tulisnya dalam keterangan video.
Unggahan tersebut memperlihatkan perubahan kondisi kawasan yang sebelumnya terlihat hijau dan cerah menjadi dipenuhi asap.
Kondisi kabut asap ini kemudian menjadi perhatian karena berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan terdampak.
Perubahan Kondisi Hutan Terlihat dari Perbandingan Juni dan Agustus
Salah satu video yang beredar memperlihatkan perbedaan kondisi kawasan hutan dalam rentang waktu Juni hingga Agustus 2026.
Pada rekaman bulan Juni, area di sisi kanan dan kiri jalan masih tampak dipenuhi vegetasi hijau dengan kondisi langit yang cerah.
Sementara itu, rekaman pada Agustus menunjukkan kawasan tersebut mulai dipenuhi asap akibat kebakaran.