Sang ayah mengalami kecelakaan sehingga keadaan keluarga membutuhkan dukungan tambahan secara finansial.
Yuni kemudian memilih bekerja ke luar negeri untuk membantu memenuhi kebutuhan orang-orang terdekatnya.
Pilihan tersebut membuatnya harus meninggalkan keluarga dan menjalani kehidupan sebagai pekerja migran.
Selama bekerja, ia berusaha menggunakan penghasilannya untuk menopang kebutuhan keluarga di Indonesia.
Perjalanan tersebut menunjukkan bagaimana keputusan merantau sering kali menjadi pilihan bagi seseorang demi memperbaiki kehidupan keluarga.
Yuni Mengaku Menghadapi Banyak Tantangan Selama Menjadi PMI
Hampir satu dekade bekerja di Taiwan tidak selalu dijalani Yuni dengan mudah.
Ia mengaku pernah menghadapi beban pekerjaan yang cukup berat dalam beberapa pekerjaan sebelumnya.
Tantangan tersebut harus dilalui sambil menahan rasa rindu kepada keluarga yang berada jauh di Indonesia.
Setelah bertahun-tahun tidak bertemu ibunya, Yuni akhirnya mendapatkan kejutan yang tidak pernah ia duga.
Momen pertemuan itu membuat perjuangan panjangnya sebagai PMI terasa mendapatkan penghargaan tersendiri.
Yuni menyampaikan rasa terima kasihnya kepada BRI dan Hery Gunardi atas kesempatan tersebut.
“Perjalanan saya sebagai PMI juga diwarnai berbagai tantangan. Dalam beberapa pekerjaan sebelumnya, saya sempat menghadapi beban kerja yang cukup berat. Saya sangat tidak menyangka akhirnya bisa bertemu dengan ibu saya. Terima kasih BRI dan Pak Hery Gunardi,” ucap Yuni sambil berkaca kaca.
Suyati Terbang dari Pati ke Taiwan untuk Bertemu Anak
Suyati (54) datang langsung dari Pati, Jawa Tengah, untuk menemui Yuni di Taiwan.
Perjalanan tersebut menjadi bagian dari kejutan yang disiapkan melalui program Tali Kasih “Teman Seperjuangan BRI”.