nasional

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Tembus Malaysia, 108 Sekolah di Serian Sarawak Ditutup dan Belajar dari Rumah

Jumat, 21 Agustus 2026 | 16:12 WIB
Kabut Asap Karhutla Kalimantan Tembus Malaysia, 108 Sekolah di Serian Sarawak Ditutup dan Belajar dari Rumah (Menyoroti maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kalimantan hingga berdampak buruk bagi kalangan warga di Malaysia. (Instagram.com/@undercover.id))

Masyarakat di wilayah terdampak juga dianjurkan mengurangi kegiatan di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk.

Situasi tersebut memperlihatkan bahwa persoalan kabut asap dapat memberikan dampak luas terhadap kehidupan masyarakat ketika kualitas udara terus menurun.

Anak-anak dan Kelompok Rentan Diminta Kurangi Aktivitas di Luar

Kondisi udara yang tercemar menjadi perhatian khusus bagi kelompok masyarakat yang lebih rentan terhadap gangguan akibat paparan polusi.

Baca Juga: Info Perkeretaapian! Jadwal KA Malabar Periode 25 - 31 Agustus 2026 Rute Bandung – Kiaracondong – Leles – Cipeundeuy – Kebumen – Malang

JPBN Sarawak menyarankan anak-anak sekolah dan masyarakat secara umum mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika indeks kualitas udara berada pada tingkat tidak sehat atau lebih tinggi.

Anjuran tersebut juga berlaku bagi kelompok berisiko tinggi seperti lansia, ibu hamil, serta orang yang memiliki masalah pernapasan atau jantung.

"Kelompok berisiko tinggi, termasuk anak-anak, lansia, ibu hamil, dan individu dengan masalah pernapasan atau jantung, harus membatasi paparan mereka terhadap udara yang tercemar," tandasnya.

Dengan kondisi seperti itu, pembatasan kegiatan di luar ruangan menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi paparan.

Penutupan sekolah di Serian juga menjadi gambaran bagaimana buruknya kualitas udara dapat langsung memengaruhi aktivitas kelompok usia anak.

Memahami Kategori Indeks Pencemaran Udara di Sarawak

Indeks kualitas udara digunakan untuk menggambarkan tingkat pencemaran yang terjadi di suatu wilayah.

Dalam catatan JPBN Sarawak, nilai API 0 hingga 50 menunjukkan kualitas udara baik, sedangkan angka 51 hingga 100 berada pada kategori sedang.

Pembacaan 101 hingga 200 masuk kategori tidak sehat dan membutuhkan perhatian terhadap aktivitas masyarakat.

Sementara itu, angka 201 hingga 300 termasuk kategori sangat tidak sehat.

Adapun pembacaan di atas 300 dikategorikan berbahaya sehingga masyarakat perlu semakin berhati-hati terhadap paparan udara luar.

Dengan API Serian mencapai 202 dan Tebedu 212, kedua wilayah tersebut telah melewati ambang kategori sangat tidak sehat.

Halaman:

Tags

Terkini