Penambahan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan pasien akibat gempa.
Kapasitas yang lebih besar memungkinkan fasilitas kesehatan darurat menampung lebih banyak korban.
Pengiriman tenda tambahan dari Bali juga menunjukkan bahwa dukungan fasilitas tidak hanya mengandalkan sumber daya yang sudah tersedia di Manggarai.
Dengan target minimal 100 tempat tidur, RS lapangan diharapkan mampu menjadi fasilitas pendukung selama pelayanan kesehatan pascagempa masih diperlukan.
Tenda Dibuat untuk Menghadapi Kondisi Cuaca
Selain memperhatikan kebutuhan medis, material RS lapangan juga disesuaikan dengan kondisi lingkungan.
Seluruh tenda menggunakan material yang dirancang tahan terhadap cuaca.
Bagian lantainya juga dibuat khusus untuk menjaga higienitas area pelayanan.
Desain tersebut penting karena fasilitas kesehatan harus tetap memperhatikan kebersihan meskipun beroperasi di ruang terbuka.
Lantai khusus juga berfungsi mencegah genangan air ketika hujan turun. Kondisi ini menjadi penting bagi fasilitas yang digunakan untuk merawat pasien.
Selain itu, desain lantai membantu mempermudah mobilisasi peralatan medis.
Tenaga kesehatan dapat membawa peralatan dari satu area ke area lainnya dengan lebih mudah.
Dengan desain tersebut, RS lapangan diharapkan tetap dapat digunakan secara optimal dalam situasi darurat.
Penanganan Gempa Tak Hanya Mengandalkan Fasilitas Kesehatan
Penanganan korban gempa di NTT juga membutuhkan dukungan logistik.
Pasokan makanan dan perlengkapan darurat harus terus dikirim ke daerah terdampak agar kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi.