Dengan berakhirnya peringatan tersebut, masyarakat tetap diminta memperhatikan informasi resmi BMKG dan mengikuti arahan pemerintah daerah.
Korban Gempa NTT Capai 33 Orang
Gempa NTT juga menimbulkan korban jiwa dan luka-luka.
Dalam pemutakhiran data yang disampaikan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, terdapat 33 orang meninggal dunia dan 23 orang mengalami luka-luka.
Rincian korban meninggal dunia tersebut berasal dari beberapa kabupaten.
Sikka mencatat tiga orang meninggal dunia, Ende satu orang, Manggarai 14 orang, Manggarai Timur 14 orang, dan Manggarai Barat satu orang.
“Saat ini data yang kami miliki, ada korban meninggal 33 orang: di Sikka 3 orang, Ende 1 orang, Manggarai 14 orang, Manggarai Timur 14 orang, dan Manggarai Barat 1 orang,” terang Melki kepada awak media saat berada di Maumere pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Namun, data tersebut masih dapat berubah karena proses pencarian dan evakuasi korban masih dilakukan.
Warga Diminta Tetap Mengikuti Informasi Resmi
Situasi setelah gempa masih membutuhkan kewaspadaan masyarakat, terutama di wilayah yang terdampak langsung.
Masyarakat diminta tidak hanya mengandalkan informasi yang beredar di media sosial, tetapi juga mengikuti pembaruan dari BMKG, BNPB, pemerintah daerah, serta petugas di lapangan.
Video yang beredar di media sosial dapat memberikan gambaran mengenai situasi saat gempa, tetapi kondisi keselamatan masyarakat harus tetap mengacu pada informasi resmi dari pihak berwenang.
Bagi warga di wilayah pesisir, arahan mengenai evakuasi dan potensi tsunami juga perlu menjadi perhatian selama pemerintah dan BMKG masih melakukan pemantauan.
Gempa NTT 7,7 magnitudo menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana, terutama di wilayah yang memiliki potensi gempa dan tsunami.
Catatan: Video dan informasi dalam artikel ini berasal dari unggahan media sosial serta keterangan pihak berwenang yang disebutkan dalam bahan pemberitaan.
Data korban dan kondisi di lapangan dapat berubah seiring proses pencarian, evakuasi, dan pendataan.***