Video Gempa NTT 7,7 Magnitudo: Wisatawan Pulau Padar Panik, Warga Manggarai Barat Cari Tempat Lebih Tinggi

photo author
- Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:30 WIB
Video Gempa NTT 7,7 Magnitudo: Wisatawan Pulau Padar Panik, Warga Manggarai Barat Cari Tempat Lebih Tinggi (Situasi wisatawan di Pulau Padar (kanan) dan warga mencari tempat aman pascagempa disertai peringatan tsunami. (Threads/harisul_qiram - Instagram/s_toni.i))
Video Gempa NTT 7,7 Magnitudo: Wisatawan Pulau Padar Panik, Warga Manggarai Barat Cari Tempat Lebih Tinggi (Situasi wisatawan di Pulau Padar (kanan) dan warga mencari tempat aman pascagempa disertai peringatan tsunami. (Threads/harisul_qiram - Instagram/s_toni.i))

Rekaman itu kemudian memperlihatkan wisatawan tetap berada di lokasi sambil berusaha menjaga ketenangan ketika guncangan berlangsung.

Warga Manggarai Barat Naik Gunung

Video lain memperlihatkan situasi berbeda setelah gempa terjadi.

Akun Threads @harisul_qiram membagikan rekaman yang memperlihatkan sejumlah warga bergerak menuju wilayah yang lebih tinggi di Manggarai Barat.

Baca Juga: Pelabuhan Maumere Rusak akibat Gempa NTT 7,7 Magnitudo, DPR Dorong Penanganan Korban dan Pemulihan Fasilitas

Dalam video tersebut, warga yang didominasi perempuan dan anak-anak terlihat berjalan naik ke gunung.

Langkah tersebut dilakukan di tengah kekhawatiran terhadap potensi tsunami setelah BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami pascagempa.

“Pagi ini dibangunin sama gempa dan seumur-umur ini yang bener-bener harus naik gunung karena air laut sampai surut,” tulis pemilik akun dalam unggahannya.

Fenomena air laut yang disebut surut serta adanya peringatan dini tsunami membuat sebagian warga memilih mencari tempat yang lebih tinggi sebagai langkah antisipasi.

Kondisi tersebut menjadi gambaran kepanikan dan kewaspadaan masyarakat setelah gempa kuat mengguncang wilayah NTT.

BMKG Sempat Keluarkan Peringatan Tsunami

Gempa NTT 7,7 magnitudo sempat memicu peringatan dini tsunami dari BMKG.

BMKG mengidentifikasi gempa tersebut sebagai gempa dangkal yang berkaitan dengan aktivitas Sesar Busur Belakang Flores atau Flores Back-Arc Thrust.

Pergerakan sesar naik tersebut menyebabkan guncangan kuat dan menimbulkan potensi tsunami di sejumlah wilayah pesisir.

Namun, setelah melakukan pemantauan, BMKG menyatakan peringatan dini tsunami telah berakhir.

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, mengatakan BMKG tidak lagi mencatat adanya kenaikan muka air laut yang signifikan dan membahayakan masyarakat di sepanjang pesisir terdampak.

“BMKG tidak lagi mencatat adanya kenaikan muka air laut yang signifikan dan membahayakan masyarakat di sepanjang pesisir terdampak,” ujar Nelly dalam keterangannya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X