Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa penyelidikan masih terus berlangsung.
Polisi juga mengimbau masyarakat tidak menarik kesimpulan sebelum proses hukum selesai.
Dugaan muncul setelah adanya coretan bertuliskan RPM dan GBR
Dugaan keterlibatan geng motor mencuat setelah beredar informasi mengenai coretan bertuliskan inisial "RPM" dan "GBR" di sekitar tanggul.
Coretan tersebut disebut menjadi salah satu hal yang ikut ditelusuri dalam penyelidikan.
Beredar pula informasi bahwa korban sempat menegur orang yang diduga terkait dengan vandalisme tersebut.
“Ini di tanggul itu corat-coret seperti ‘Ini gaya aing’ gitu, di sananya ada RPM dan GBR. Saya denger dari anak-anak karang taruna di sana, memang Almarhum itu pernah memanggil karena tidak diketahui siapa yang nulisnya,” ucap Kades, dikutip dari unggahan YouTube Dedi Mulyadi pada Rabu, 29 Juli 2026.
“Yang ditanya, yang dipanggil mungkin RPM atau GBR, menanyakan siapa yang corat-coret. Dia nggak ngaku, Almarhum pesan, ‘Tolong lah kalau ada yang merasa mencoret ini, dihapus aja,’ gitu,” lanjutnya.
Keterangan tersebut menjadi salah satu informasi yang turut menjadi perhatian dalam proses penyelidikan.
Kepala desa menyebut tidak ada konflik antara korban dan kelompok yang ditegur
Kepala desa menjelaskan bahwa korban hanya mempertanyakan aksi vandalisme di sekitar tanggul.
Menurutnya, tidak terjadi pertengkaran maupun cekcok saat korban memberikan teguran.
Penjelasan itu disampaikan berdasarkan informasi yang diterimanya dari warga setempat.
"Tidak, tidak berkonflik. Dia hanya menanyakan itu dan tidak ada keributan,” imbuhnya.
Keterangan tersebut berbeda dengan berbagai spekulasi yang beredar di media sosial.